A. ILMU EKONOMI
1. Pengertian Ilmu Ekonomi
2. Arti Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli
- Menurut Adam Smith Ilmu ekonomi sebagai cabang ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya mengalokasikan berbagai sumber daya terbatas untuk mencapai tujuan tertentu.
- Menurut M. Manullang ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana memenuhi keinginan manusia atau masyarakat demi tercapainya kemakmuran atau kondisi dimana manusia bisa memenuhi kebutuhannya, baik dalam bentuk barang maupun jasa.
- Dalam buku Economics : An Introductory Analysis Prof. P. A. Samuelson menjelaskan bahwa ilmu ekonomi sebagai studi yang mempelajari bagaimana manusia membuat pilihan dengan menggunakan sumber daya terbatas yang kemudian diolah lagi untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa untuk kemudian didistribusikan lagi ke berbagai lapisan masyarakat.
- Mankiw berpendapat seseorang yang menguasai Ilmu Ekonomi akan meningkatkan pemahamannya atas beragam potensi dan keterbatasan kebijakan ekonomi. Ilmu ekonomi juga mempelajari bagaimana suatu individu kemudian saling berinteraksi satu sama lain.
3. Pembagian Ilmu Ekonomi
- Ilmu Ekonomi Deskriptif (Descriptive Economic)
- Ilmu ekonomi ini menggambarkan keterangan faktual tentang suatu keadaan ekonomi dalam bentuk angka, grafik, kurva, atau penyajian lainnya. Di mana, ilmu ekonomi ini digunakan oleh BPS atau Badan Pusat Statistik untuk menyajikan keadaan ekonomi baik makro atau mikro. Di dalam ilmu ekonomi ini, kamu akan melihat analisis ekonomi yang menggambarkan kondisi sebenarnya berdasarkan fakta dalam perekonomian
- Misalnya, gambaran kondisi krisis moneter yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998.
- Ilmu Ekonomi Teori (Economics Theory)
Teori ini merupakan bagian ilmu ekonomi yang menjelaskan mekanisme kegiatan ekonomi. Di mana, di dalam teori ini berisi analisis ekonomi yang berusaha menjelaskan, mencari pengertian, hubungan sebab akibat, dan cara kerja sistem ekonomi. Dalam Ilmu ekonomi teori terdapat 2 jenis teori yang digunakan yaitu teori ilmu ekonomi mikro dan makro.
a. Teori ekonomi mikro
Merupakan bagian ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku unit-unit ekonomi secara individual, misalnya mempelajari perilaku manusia, produsen, pasar, penerimaan, biaya, dan keuntungan perusahaan.
b. Teori ekonomi makro
Merupakan bagian ilmu ekonomi mempelajari unit ekonomi secara agregat (keseluruhan), seperti pendapatan nasional, inflasi, pengangguran, dan kebijakan pemerintah.
- Ilmu Ekonomi Terapan (Applied Economics)
Yaitu analisis ekonomi teori untuk merumuskan kebijakan dan pedoman yang tepat untuk menangani masalah ekonomi tertentu. Sehingga, ilmu ekonomi ini lebih bersifat praktis dengan menerapkan pengertian ekonomi pada bidang-bidang atau masalah-masalah tertentu. Misalnya; ekonomi di perusahaan, ekonomi moneter, ekonomi perbankan, dan sebagainya.
Konsep Dasar dari Ilmu Ekonomi. Ada juga beberapa hal mengenai konsep dasar dari aplikasi dalam ilmu ekonomi yang diterapkan saat ini, antara lain :
#1 Kegiatan Ekonomi
Kegiatan ekonomi mencakup produksi, konsumsi penggunaan barang dan jasa serta modal dan usaha.
#2 Tindakan Ekonomi
Tindakan ekonomi merupakan sebuah tindakan yang dilakukan berdasarkan aspek rasional dan irasional. Aspek rasional mencakup penentuan pilihan terbaik dan menguntungkan. Sedangkan aspek irasional berkaitan dengan pilihan terbaik namun tidak sesuai dengan kondisi atau kenyataan yang terjadi.
#3 Motif Ekonomi
Seperti definisi katanya, aplikasi ilmu ekonomi ini merupakan tujuan manusia dalam melakukan tindakan ekonomi yang juga mencakup dua aspek seperti motif intristik dan motif ekstrinsik. Motif instrinsik alasan dari diri sendiri untuk melakukan tindakan ekonomi, sedangkan motif ekstrinsik adalah alasan yang bersumber dari orang lain.
#4 Metodologi Ilmu Ekonomi
Metode ilmu ekonomi mencakup induksi dan deduksi. Induksi adalah metode yang dilakukan berdasarkan kejadian ekonomi secara sistematis untuk mendapat kesimpulan. Sedangkan deduksi adalah metode yang dilakukan dan dianalisis secara khusus untuk memperoleh kesimpulan.
B. MASALAH EKONOMI
1. Definisi Masalah Ekonomi
Masalah pokok ekonomi adalah masalah yang muncul ketika sumber daya yang digunakan terbatas untuk memenuhi permintaan. Inti dari masalah ekonomi adalah sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas dan beragam. Dengan kata lain, inti dari masalah ekonomi adalah kelangkaan. Kelangkaan adalah kondisi saat orang tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.
2. Faktor Penyebab Masalah Ekonomi
1. Pertumbuhan penduduk
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, faktor penyebab kelangkaan adalah pertumbuhan penduduk. Faktor ini harus menjadi perhatian penting untuk mencegah terjadinya kelangkaan.
2. Perbedaan letak geografis
Letak geografis yang berbeda-beda menyebabkan persebaran sumber daya di berbagai wilayah yang tidak sama. Ada wilayah yang memiliki tanah yang subur, namun ada beberapa wilayah yang tidak memiliki tanah yang subur namun tandus dan kekurangan air bersih.
3. Kerusakan sumber daya alam
Meskipun seluruh aspek produksi akan membutuhkan sumber daya alam, namun masih saja ada sumber daya alam yang dirusak oleh ulah manusia. Banyak oknum yang akhirnya lepas tanggung jawab dan tidak mempedulikan kelestarian sumber daya alam. Misalnya, penebangan hutan secara liar, pembukaan lahan dan pembakaran hutan
4. Rendahnya kemampuan produksi
Rendahnya kemampuan produksi juga menjadi faktor penyebab kelangkaan. Kemampuan produksi sendiri akan ditentukan oleh faktor produksi yang berbentuk tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan juga kewirausahaan. Kemampuan produksi sangat berpengaruh terhadap ketersediaan barang atau jasa sebagai alat pemenuhan kebutuhan manusia. Kemampuan produksi yang rendah dan terbatas akan mengakibatkan rendahnya jumlah produksi. Hal ini bisa menimbulkan tidak terpenuhinya kebutuhan manusia sehingga menyebabkan kelangkaan.
5. Lambatnya perkembangan teknologi
Teknologi yang digunakan produsen dalam proses produksi sangat mempengaruhi kemampuan dalam proses produksi itu sendiri. Jika proses pengerjaan lambat dan penerapan teknologi yang lambat akan menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan manusia secara maksimal.
Terjadinya bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus dan bencana alam lainnya. Hal ini merupakan salah satu faktor kelangkaan yang tidak dapat diprediksi oleh manusia. Setelah terjadi bencana alam maka akan ada kerusakan bangunan, infrastruktur hingga sumber daya alam yang lain menjadi rusak bahkan akan menimbulkan korban jiwa.
7. Pandemi 2020 silam hingga 2021
kita sudah merasakan efek pandemi yang begitu berdampak negatif untuk seluruh kalangan masyarakat. Pandemi yang terjadi pada 2020 hingga 2021 lalu juga menyebabkan kelangkaan yang tidak bisa diprediksi. Contoh, saat pandemi Covid-19, terjadi kelangkaan hand sanitizer dan masker sehingga harganya menjadi melonjak jauh.
Keadaan perang akan membuat kegiatan ekonomi seperti produksi, konsumsi, dan distribusi akan terganggu bahkan menjadi berhenti.
3. Masalah Pokok Ekonomi
A. Masalah Pokok Ekonomi
Klasik
1.
Masalah produksi.
Merupakan masalah bagi produsen dan menimbulkan kekhawatiran
apabila memproduksi barang tertentu tapi tidak dikonsumsi oleh masyarakat.
Produsen butuh upaya untuk meningkatkan akses pasar untuk mendapatkan konsumen.
2.
Masalah distribusi. Pendistribusian mempunyai
arti penting untuk mencapai kesuksesan di bidang pemasaran. Dengan adanya
proses distribusi, maka barang yang diproduksi oleh suatu perusahaan akan
sampai ke tangan konsumen.
3.
Masalah konsumsi. Konsumsi dipengaruhi
oleh tingkat pendapatan. Konsumen cenderung membeli banyak barang jika barang
tersebut harganya murah.
B. Masalah Pokok Ekonomi
Modern
Para ahli ekonomi modern sepakat
bahwa ada tiga masalah pokok yang dihadapi setiap perekonomian dan harus
dipecahkan oleh masyarakat, yaitu:
1.
Barang dan jasa apa yang
diproduksi dan berapa banyak? (What and how much?).
Karena sumber produksi yang tersedia terbatas maka masyarakat harus
menentukan jenis dan jumlah barang dan jasa yang akan diproduksi.
2.
Bagaimana cara memproduksi? (How?).
Dengan keterbatasan sumber daya ekonomi yang tersedia para
produsen harus mampu menciptakan teknik produksi yang efisien.
3.
Untuk siapa barang atau jasa
dihasilkan? (For whom?)
Pertanyaan ini menyangkut untuk siapa atau lapisan masyarakat mana
yang menikmati barang dan jasa yang diproduksi.
C. PILIHAN ( SKALA PRIORITAS)
1. Pengertian Skala Prioritas
Skala prioritas adalah daftar yang
disusun sesuai dengan ukuran dan tingkat kepentingan kebutuhan. Penyusunannya
dilakukan mulai dari yang paling mendesak. Namun jika menurut Merriam Webster
skala prioritas adalah aktivitas yang penting dan
dilakukan pertama kali.
Dengan adanya skala
prioritas, seseorang bisa mengetahui kebutuhan atau
kepentingan apa saja yang harus didahulukan. Hal ini membantu seseorang untuk
bisa membuat keputusan jika dihadapkan pada beberapa pilihan. Juga dapat
menghindarkan setiap orang dari kebutuhan yang sifatnya konsumtif.
2. Faktor Yang Mempengaruhi Skala Prioritas
Setiap orang pasti memiliki standar skala
prioritas yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai
faktor seperti:
1.
Strata
sosial menunjukan semakin tinggi status
sosial maka kebutuhan atau skala prioritas juga akan berubah. Misalkan seorang
karyawan akan lebih mementingkan membeli baju yang layak untuk kerja. Namun
saat naik jabatan dia akan lebih mementingkan mereknya.
2.
Lingkungan, misalkan orang yang tinggal di daerah bukit akan
mementingkan membeli baju hangat, berbeda dengan orang di pesisir pantai akan
memilih baju berbahan lebih tipis.
Tingkat pendapatan. semakin tinggi pendapatan seseorang maka prioritas yang dibutuhkan
akan berbeda.
3. Menyusun Skala Prioritas
Cara menyusun skala prioritas adalah:
1.
Melakukan
pertimbangan seperti apakah benar-benar dibutuhkan?
2.
Mengetahui
kapabilitas atau kemampuan diri sendiri.
3.
Mengetahui
kesempatan yang dimiliki.
4.
Memahami
mana yang paling mendesak atau urgen.
Mempertimbangkan kebutuhan masa yang akan datang
D. BIAYA PELUANG (OPPORTUNITY COST)
A. Pengertian Biaya Peluang
Biaya peluang adalah biaya yang timbul akibat memilih sebuah peluang terbaik dari beberapa alternatif yang tersedia. Ketika seseorang dihadapkan pada beberapa alternatif pilihan dan harus memilih salah satu di antaranya maka alternatif yang tidak dipilihnya itulah yang menjadi biaya peluang.
B. Ciri-Ciri Biaya Peluang
Terdapat
beberapa karakteristik atau ciri-ciri dari biaya peluang yaitu adalah
sebagai berikut.
- Cara menghitung opportinity
cost tidak selalu dikaitkan dengan uang. Namun dapat dihubungkan
dengan kebahagiaan, waktu, benefit yang diperoleh di masa mendatang, dan
lainnya.
- Mempunyai banyak
possibility terkait dengan kegunaannya.
- Penetapan pilihan opportunity
cost tergantung maksud dan kondisi setiap individu/perusahaan.
- Biaya peluang pada umumnya
merupakan kebutuhan sekunder maupun tersier.
C. Manfaat Perhitungan Biaya Peluang
Manfaat dari
perhitungan biaya peluang adalah sebagai berikut:
1. Membuka Kesempatan Usaha & Meminimalkan
Risiko
Dengan memanfaatkan biaya peluang, Anda akan
memiliki sejumlah perbandingan dalam menentukan keputusan yang dirasa cocok dan
tidak membawa faktor risiko yang cukup besar jika terjadi sesuatu di luar dari
dugaan.
Selalu ada risiko dalam menjalankan usaha,
namun dengan adanya perhitungan biaya peluang, maka Anda sudah meminimalkan
peluang terjadinya risiko, karena sangat tidak mungkin menghilangkannya secara
keseluruhan.
2. Membantu Perhitungan Modal
Modal juga merupakan salah satu dasar faktor
yang mendukung bisnis Anda.
Di zaman sekarang sudah banyak pihak-pihak
yang ingin meminjamkan modal dengan syarat dan ketentuan berlaku.
3.
Mempermudah
Menentukan Prioritas
Sebagai seorang pengusaha, tentunya Anda
memiliki banyak ide tentang peluang bisnis yang ingin dijalani.
Agar Anda bisa menjalankan bisnis yang
paling penting, ekonomis, dan berpotensi mendatangkan keuntungan banyak lebih
dulu, maka biaya peluang akan membantu Anda untuk memiliki prioritas atau
sesuatu yang harus Anda pilih lebih dahulu dibanding yang lain.
4. Menghemat Pengeluaran Usaha
Karena dengan adanya perhitungan biaya
peluang, maka perusahaan akan memiliki prioritas.
Ini berarti, sama halnya perusahaan tidak
membutuhkan dana tambahan untuk pembiayaan yang tidak perlu dan berfokus pada
pembiayaan pokok menyangkut prioritas usahanya, sehingga menimbulkan dampak
penghematan pengeluaran secara tidak langsung.
D. Cara Menghitung dan Contoh Biaya Peluang
Terdapat dua hal yang bisa
dilakukan sebagai cara menghitung biaya alternatif, yaitu:
1.
Jika ada dua pilihan, maka akan dihitung nilai peluang yang
dikorbankan alias yang tidak dipilih.
2.
Jika ada lebih dari dua pilihan, maka akan dihitung nilai
peluang terbaik yang dikorbankan.Terdapat dua hal yang bisa
dilakukan sebagai cara menghitung biaya alternatif, yaitu:
1.
Jika ada dua pilihan, maka akan dihitung nilai peluang yang
dikorbankan alias yang tidak dipilih.
2.
Jika ada lebih dari dua pilihan, maka akan dihitung nilai
peluang terbaik yang dikorbankan.
Contoh :
- Misalnya, Anda memutuskan buat membuka usaha minuman boba dan meninggalkan pekerjaan dengan gaji Rp4.000.000,00. Maka, biaya peluangnya adalah Rp4.000.000,00 apabila ditinjau dari gaji yang ditinggalkan demi membuka usaha boba.
- Faris ditawari untuk bekerja di suatu perusahaan dengan gaji Rp1.000.000,00 per bulan. Di sisi lain Faris memiliki kemampuan secara keahlian dan modal untuk melakukan produksi suatu barang dengan peluang mendapatkan laba Rp5.000.000,00 per bulan, tetapi setelah melalui proses produksi dan promosi selama 4 bulan. Dari ilustrasi di atas, jika Faris lebih memilih mengambil peluang untuk melakukan produksi sendiri maka dia telah kehilangan peluang untuk bekerja pada orang lain dengan gaji Rp1.000.000,00 selama 4 bulan. Itulah yang dimaksud dengan biaya peluang. Jadi besarnya biaya peluang bagi Faris selama 4 bulan adalah 4 x Rp1.000.000,00, yaitu Rp4.000.000,00.