Jumat, 27 Oktober 2023

LITERASI KEUANGAN

 

APA SIH LITERASI KEUANGAN ????

Literasi Keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat.


MENGAPA  LITERASI KEUANGAN PERLU DIPELAJARI ???

Dengan mempelajari literasi keuangan maka dapat mendukung pertumbuhan kekayaan finansial, misalnya kita dapat menentukan produk investasi yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuannya sehingga dikemudian hari imbal hasilnya mampu memperbaiki tingkat kesejahteraan. 

Remaja yang sudah dibekali literasi keuangan akan mampu membedakan mana yang menjadi kebutuhan (need) dan mana yang hanya sekedar keinginan (want), dan mampu mengendalikan diri dalam melakukan perilaku konsumtif sehinga di masa depan mereka mampu mengelola keuangan mereka dengan bijak, berikut manfaatnya :

1.     Mampu Mengelola Keuangan dengan Baik

Dengan adanya literasi keuangan yang mumpuni, akan lebih mudah untuk kita mengatur keuangan sedemikian rupa. Termasuk diantaranya mengatur cashflow bulanan, menyiapkan dana darurat, asuransi, dan berinvestasi.

2.     Bijak Dalam Menggunakan Keuangan dan Menjadi Sejahtera

Jika kita memiliki keterampilan dalam mengelola keuangan yang cukup, seperti halnya pada produk dan jasa keuangan, taraf hidup kita bisa meningkat secara signifikan karena mampu memanfaatkanya dengan baik.

3.      3.Terhindar dari Penipuan

Dengan adanya bekal pengetahuan literasi yang cukup, kecil kemungkinan seseorang akan terjerat dalam penipuan. Beberapa contoh penipuan yang cukup marak terjadi di antaranya adalah kasus Skema PonziMonkey BusinessPinjol Ilegal atau Investasi Bodong, dan lain-lain.

4.     Distribusi Kekayaan yang Lebih Merata

Terakhir, adanya literasi keuangan dapat membawa dampak positif bagi khalayak umum secara luas. Hal ini dikarenakan orang kaya lebih senang menginvestasikan uangnya ke lembaga keuangan. Uang tersebut kemudian akan diolah menjadi produk maupun jasa keuangan yang bisa dimanfaatkan untuk hal baik salah satunya yaitu membuka usaha.


BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN  ???

Sebagai pelajar, kamu harus memiliki pengetahuan di bidang personal finance karena pengetahuan tersebut akan membantu pelajar dalam mengatur keuangannya di masa depan. Berikut tips untuk meningkatkan literasi keuanganmu:

1.     Susun Skala Prioritas

Skala prioritas adalah penyusunan daftar kebutuhan dimulai dari sesuatu hal yang paling penting dan genting pemenuhannya berdasarkan tingkat kepentingan atau urgensinya.

Dengan adanya skala prioritas, manusia diharapkan mengetahui mana kebutuhan yang harus didahulukan dan mana kebutuhan yang harus ditunda terlebih dahulu. Kemampuan untuk menetapkan skala prioritas sangat membantu dalam membuat keputusan yang tepat saat merencanakan anggaran

Berikut adalah cara menyusun skala prioritas : 

1)     Mengetahui Kemampuan Sendiri Dalam menentukan skala prioritas,

 

 Seseorang perlu mengetahui kemampuan dirinya, misalnya; memiliki keinginan membeli     laptop namun tidak bisa mengoperasikannya maka keinginan tersebut bisa sia-sia.

2           2 Memahami Tingkat Urgensi

      Tingkat urgensi cukup berpengaruh dalam menentukan skala prioritas sehingga bisa mengambil langkah dan tindakan yang tepat. Misalnya saat merencanakan liburan tetapi ada keluarga yang sakit maka Anda perlu memprioritaskan keluarga lebih dulu.

   3)   Mengetahui Kesempatan yang Dimiliki

Skala prioritas terjadi di luar dugaan saat Anda memiliki kesempatan tertentu. Karena itu, harus memiliki kesempatan atau mengetahui apakah Anda mempunyai kesempatan tepat sehingga bisa merencanakan skala prioritas dengan baik

       4)   Mempertimbangkan Kebutuhan Kedepannya

Apabila Anda memilih kuliah, tentu harus melihat prospek jurusan yang akan dipilih sehingga bisa menemukan pekerjaan sesuai minat dan jurusan kedepannya. Dalam hal ini, segala sesuatu perlu dipertimbangkan sebelumnya.

 Di bawah ini tabel prioritas yang sangat bermanfaat untuk menentukan kebutuhan mana yang harus didahulukan,sehingga memudahkan kita dalam menentukan sebuah prioritas dalam memenuhi kebutuhan. 

        Contoh :
        

 2.      Buat Anggaran

Anggaran adalah rencana keuangan yang dibuat untuk memperkirakan jumlah uang yang masuk dan keluar dari rekening bankmu dalam periode tertentu. Kamu bisa membuat anggaran mingguan /bulanan sesuai skala prioritas kamu, karena hal ini penting untuk memantau semua sumber pendapatan dan pengeluaran mingguan / bulananmu dan menghindari pengeluaran yang berlebih.

Trik yang kamu bisa terapkan yaitu menggunakan rumus 40-30-20-10 dalam rencana keuangan. 40% adalah anggaran untuk keperluan sehari-hari, 30% untuk kebutuhan utang, 20% untuk investasi dan tabungan, serta 10% untuk keperluan sosial.

            Contoh : 

















3. Menabung
Setiap hari, kamu harus menyisihkan sebagian uang jajan untuk menabung. Dalam hal ini, kamu harus konsisten dan rutin menyisihkan uang tabungan. Jangan sampai tergoda mengeluarkan uang untuk jajan yang tidak penting, ya! Misalnya, kamu sisihkan Rp5 ribu dari uang jajan Rp20 ribu. Jadi, pengeluaran setiap hari tidak boleh melebihi Rp15 ribu.

Menabung dapat melatih gaya hidup  yang hemat ataupun juga untuk mengantipasi kebutuhan darurat ataupun tidak terduga. Menurut pendapat ahli J.M, Keynes bahwa salah satu dari tiga motif  orang memegang uang adalah motif  berjaga-jaga yaitu motif untuk mengantisipasi kebutuhan yang tidak terduga, seperti antisipasi biaya berobat dan lainnya. 

4.  Manfaatkan Teknologi Keuangan

Saat ini sudah banyak aplikasi dan platform keuangan yang dapat dimanfaatkan Sobat Cuan untuk membantu mengelola keuangan dengan efektif dan efisien.

Gunakan fitur yang tersedia seperti pemantauan pengeluaran dan pemasukan, pengingat tagihan melalui email atau telepon, debit otomatis dari rekening giro agar tagihan bulanan dibayar tepat waktu, serta manajemen portofolio investasi.

5.   Periksa dan Evaluasi

Rutin memeriksa dan evaluasi laporan keuangan secara berkala untuk melihat apakah anggaran, tabungan, dan investasi sudah sesuai tujuan atau belum.