Setiap hari manusia baik individu, rumah tangga bahkan negara selalu
dihadapkan pada masalah ekonomi. Bagaimana upaya memenuhi kebutuhan hidup,
bagaimana harus membuat pilihan, dan bagaimana mencapai suatu kemakmuran. Semua
persoalan-persoalan yang dihadapi individu, rumah tangga, dan negara tersebut
bersumber dari jumlah kebutuhan yang tidak terbatas sementara alat pemuas
terbatas. Keterbatasan sumber daya ekonomi ini menjadikan setiap manusia untuk
membuat suatu pilihan atau penggunaan alternative.
Jadi inti masalah ekonomi yang berkaitan dengan kebutuhan adalah
ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan alat pemuas kebutuhan.
a) Pengertian Kelangkaan (scarcity)- Kelangkaan tidak berarti segalanya sulit diperoleh. Kelangkaan dapat diartikan adanya ketidakseimbangan antara jumlah kebutuhan dengan sumber daya ekonomi yang ada. karena jumlah kebutuhan beragam dan terus meningkat, sementara itu jumlah sumber daya ekonomi (alat pemuas kebutuhan) sangat terbatas.
- Kelangkaan menurut ilmu ekonomi mengandung dua pengertian, yaitu:
- 1. langka; karena jumlahnya tidak mencukupi dibandingkan dengan jumlah kebutuhan.
- 2. langka; karena untuk mendapatkannya dibutuhkan pengorbanan.
b) Bentuk-Bentuk Kelangkaan
c) Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Kelangkaan
Adapun
penyebab kelangkaan sumber ekonomi itu, antara lain, kelangkaan sumber alam,
tenaga kerja, serta modal dan teknologi.
1. Kelangkaan
sumber alam
Tidak semua negara di dunia memiliki sumber alam yang dapat memenuhi
seluruh kebutuhan manusia. Bagi negara-negara maju seperti Amerika, Jepang,
Belkamu, dan negara maju lain, biasanya mengalami kelangkaan sumber alam berupa
bahan mentah, misalnya minyak bumi, rempah-rempah, hasil hutan, dan hasil
penangkapan dari laut. Sumber alami yang lain dan dianggap langka juga termasuk
kategori sumber ekonomi, misalnya besi, perak, nikel, emas, tembada, dan barang
galian lainnya. Sumber ekonomi ini dapat diperjualbelikan dan tidak semua tanah
di muka bumi ini mengandung bahan tersebut. Apakah air termasuk sumber alami
yang langka? Demikian juga matahari, dapat disebut langka atau tidak?
2. Kelangkaan tenaga kerja
Indonesia dengan jumlah penduduk 210 juta jiwa sebenarnya sangat
potensial, apabila dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan. Hanya saja ada
permasalahan mengenai tenaga kerja yang potensial sekaligus produjtif.
Permasalahan ketenagakerjaan di negara-negara sedang berkembang seperti
Indonesia, Brasilia, Kolumbia, India, dan negara berkembang lain adalah di satu
sisi jumlahnya besar tetapi pada sisi lain masih kurang produktif. Artinya,
mayoritas tenaga kerja yang ada di negara-negara itu memiliki sifat: (a) kurang
terdidik (tingkat pendidikan rendah), (b) kurang terlatih, (c) kurang
pengalaman, (d) kurang terampil, (e) kurang memiliki jiwa wiraswasta, dan (f)
kurang kreatif.
Di Indonesia dan negara berkembang lainnya, tenaga ahli termasuk langka.
Meskipun tenaga kerja banyak, kualifikasi yang dibutuhkan dunia kerja kurang
memenuhi syarat. Penawaran tenaga kerja dari masyarakat terlalu banyak,
sedangkan tenaga kerja yang dibutuhkan sedikit.
3. Kelangkaan modal dan
teknologi
a. Kelangkaan Modal
Kekurangan modal berupa uang untuk membiayai kegiatan produksi biasanya
dihadapi negara miskin dan negara yang sedang berkembang, misalnya kendala
modal untuk pengadaan bahan mentah, membayar gaji, dan pembayaran lainnya.
b. Kelangkaan Teknologi
Bagi negara yang sedang berkembang, teknologi dapat dikatakan masih
langka sehingga perlu didatangkan dari negara maju. Teknologi dalam hal ini
berupa alat produksi, yang lebih produktif dan lebih canggih. Sebenarnya di
negara yang sedang bekembang teknologi itu ada, tetapi masih tradisional
sehingga tingkat produksinya sangat terbatas, sedangkan yang dibutuhkan adalah
teknologi yang produktivitasnya tinggi. Contohnya kita membeli mesin tenun dari
Cina yang mampu berproduksi dengan cepat untuk menggantikan mesin tenun
tradisional yang lebih lambat.
4. Kelangkaan Sumber Daya
Kewirausahaan
Sumber
daya kewirausahaan adalah sumber daya yang mampu mengombinasikan antara sumber
daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya modal. Orang yang memiliki jiwa
kewirausahaan masih sedikit jumlahnya. Oleh karena itu sedikitnya orang yang
mampu menyatukan sumber daya yang ada dapat memengaruhi jumlah hasil produksi.
Sehingga hal tersebut dapat memengaruhi keberadaan alat pemuas kebutuhan di
masyarakat. Keterbatasan-keterbatasan sumber daya di atas jika digunakan untuk
memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dapat menyebabkan kelangkaan alat pemuas
kebutuhan.
1. Perbedaan Letak Geografis
Sumber daya alam tersebar tidak merata di muka bumi. Ada daerah yang kaya akan minyak, ada yang tidak. Ada daerah yang subur, ada yang gersang. Perbedaan ini menyebabkan kelangkaan sumber daya alam dan untuk mendapatkan sumber daya yang tidak terdapat di daerahnya diperlukan pengorbanan yang lebih besar.
Sumber daya alam tersebar tidak merata di muka bumi. Ada daerah yang kaya akan minyak, ada yang tidak. Ada daerah yang subur, ada yang gersang. Perbedaan ini menyebabkan kelangkaan sumber daya alam dan untuk mendapatkan sumber daya yang tidak terdapat di daerahnya diperlukan pengorbanan yang lebih besar.
Misalnya, di daerah pegunungan berkapur seperti Kabupaten
Gunungkidul, sumber daya air sulit ditemukan. Pada musim kemarau, masyarakat di
sana harus membeli air. Berbeda dengan masyarakat di dataran rendah yang bisa
mengambil air sumur.
2. Cepatnya Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan produksi barang dan jasa akan menyebabkan kesenjangan antara kebutuhan dibandingkan persediaan barang dan jasa.
Pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan produksi barang dan jasa akan menyebabkan kesenjangan antara kebutuhan dibandingkan persediaan barang dan jasa.
Gejala ini sudah menjadi perhatian seorang ekonom, Thomas Robert
Malthus. Malthus mengamati bahwa manusia berkembang jauh lebih cepat
dibandingkan produksi hasil-hasil pertanian.
3. Kemampuan Produksi yang rendah
Kemampuan faktor produksi dalam proses pembuatan barang dan jasa mempunyai keterbatasan-keterbatasan. Misalnya, tenaga kerja manusia juga membutuhkan masa istirahat, sakit, ataupun cuti. Selain itu, mesin-mesin produksi bekerja dengan kapasitas tertentu.
Kemampuan faktor produksi dalam proses pembuatan barang dan jasa mempunyai keterbatasan-keterbatasan. Misalnya, tenaga kerja manusia juga membutuhkan masa istirahat, sakit, ataupun cuti. Selain itu, mesin-mesin produksi bekerja dengan kapasitas tertentu.
4. Perkembangan Teknologi yang lambat
Perkembangan teknologi di berbagai negara tidak sama. Di negara maju, perkembangan teknologi berlangsung cukup cepat. Sedangkan di negara berkembang, perkembangan kebutuhan akan barang dan jasa lebih cepat daripada perkembangan teknologinya. Hal ini karena ada kecenderungan untuk meniru gaya hidup di negara maju.
Perkembangan teknologi di berbagai negara tidak sama. Di negara maju, perkembangan teknologi berlangsung cukup cepat. Sedangkan di negara berkembang, perkembangan kebutuhan akan barang dan jasa lebih cepat daripada perkembangan teknologinya. Hal ini karena ada kecenderungan untuk meniru gaya hidup di negara maju.
d) Cara Mengatasi kelangkaan
Memanfaatkan sumber daya secara bijak dan rasional
- Membuat skala prioritas kebutuhan
- Menentukan sumber daya alternatif
- Mengelola keuangan secara efisien