Selasa, 01 Agustus 2023

KONSEP DASAR ILMU EKONOMI

 A. ILMU EKONOMI

1. Pengertian Ilmu Ekonomi

Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata berbahasa Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluargarumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga".
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran.

2. Arti Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli
  • Menurut Adam Smith Ilmu ekonomi sebagai cabang ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya mengalokasikan berbagai sumber daya terbatas untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Menurut M. Manullang ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana memenuhi keinginan manusia atau masyarakat demi tercapainya kemakmuran atau kondisi dimana manusia bisa memenuhi kebutuhannya, baik dalam bentuk barang maupun jasa.
  • Dalam buku Economics : An Introductory Analysis Prof. P. A. Samuelson menjelaskan bahwa ilmu ekonomi sebagai studi yang mempelajari bagaimana manusia membuat pilihan dengan menggunakan sumber daya terbatas yang kemudian diolah lagi untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa untuk kemudian didistribusikan lagi ke berbagai lapisan masyarakat.
  • Mankiw berpendapat seseorang yang menguasai Ilmu Ekonomi akan meningkatkan pemahamannya atas beragam potensi dan keterbatasan kebijakan ekonomi. Ilmu ekonomi juga mempelajari bagaimana suatu individu kemudian saling berinteraksi satu sama lain.
3. Pembagian Ilmu Ekonomi
  1. Ilmu Ekonomi Deskriptif (Descriptive Economic)
    • Ilmu ekonomi ini menggambarkan keterangan faktual tentang suatu keadaan ekonomi dalam bentuk angka, grafik, kurva, atau penyajian lainnya. Di mana, ilmu ekonomi ini digunakan oleh BPS atau Badan Pusat Statistik untuk menyajikan keadaan ekonomi baik makro atau mikro.  Di dalam ilmu ekonomi ini, kamu akan melihat analisis ekonomi yang menggambarkan kondisi sebenarnya berdasarkan fakta dalam perekonomian
    • Misalnya, gambaran kondisi krisis moneter yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998.
  2. Ilmu Ekonomi Teori (Economics Theory)
    • Teori ini merupakan bagian ilmu ekonomi yang menjelaskan mekanisme kegiatan ekonomi. Di mana, di dalam teori ini berisi analisis ekonomi yang berusaha menjelaskan, mencari pengertian, hubungan sebab akibat, dan cara kerja sistem ekonomi. Dalam Ilmu ekonomi teori terdapat 2 jenis teori yang digunakan yaitu teori ilmu ekonomi mikro dan makro.

      a. Teori ekonomi mikro

      Merupakan bagian ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku unit-unit ekonomi secara individual, misalnya mempelajari perilaku manusia, produsen, pasar, penerimaan, biaya, dan keuntungan perusahaan.      

      b. Teori ekonomi makro

      Merupakan bagian ilmu ekonomi mempelajari unit ekonomi secara agregat (keseluruhan), seperti pendapatan nasional, inflasi, pengangguran, dan kebijakan pemerintah.

  3. Ilmu Ekonomi Terapan (Applied Economics)
    • Yaitu analisis ekonomi teori untuk merumuskan kebijakan dan pedoman yang tepat untuk menangani masalah ekonomi tertentu. Sehingga, ilmu ekonomi ini lebih bersifat praktis dengan menerapkan pengertian ekonomi pada bidang-bidang atau masalah-masalah tertentu. Misalnya; ekonomi di perusahaan, ekonomi moneter, ekonomi perbankan, dan sebagainya.

      Konsep Dasar dari Ilmu Ekonomi.  Ada juga beberapa hal mengenai konsep dasar dari aplikasi dalam ilmu ekonomi yang diterapkan saat ini, antara lain :

      #1 Kegiatan Ekonomi

      Kegiatan ekonomi mencakup produksi, konsumsi penggunaan barang dan jasa serta modal dan usaha.

      #2 Tindakan Ekonomi

      Tindakan ekonomi merupakan sebuah tindakan yang dilakukan berdasarkan aspek rasional dan irasional. Aspek rasional mencakup penentuan pilihan terbaik dan menguntungkan. Sedangkan aspek irasional berkaitan dengan pilihan terbaik namun tidak sesuai dengan kondisi atau kenyataan yang terjadi.

      #3 Motif Ekonomi

      Seperti definisi katanya, aplikasi ilmu ekonomi ini merupakan tujuan manusia dalam melakukan tindakan ekonomi yang juga mencakup dua aspek seperti motif intristik dan motif ekstrinsik. Motif instrinsik alasan dari diri sendiri untuk melakukan tindakan ekonomi, sedangkan motif ekstrinsik adalah alasan yang bersumber dari orang lain.

      #4 Metodologi Ilmu Ekonomi

      Metode ilmu ekonomi mencakup induksi dan deduksi. Induksi adalah metode yang dilakukan berdasarkan kejadian ekonomi secara sistematis untuk mendapat kesimpulan. Sedangkan deduksi adalah metode yang dilakukan dan dianalisis secara khusus untuk memperoleh kesimpulan.

B. MASALAH EKONOMI

1. Definisi Masalah Ekonomi

Masalah pokok ekonomi adalah masalah yang muncul ketika sumber daya yang digunakan terbatas untuk memenuhi permintaan. Inti dari masalah ekonomi adalah sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas dan beragam. Dengan kata lain, inti dari masalah ekonomi adalah kelangkaan. Kelangkaan adalah kondisi saat orang tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. 

2. Faktor Penyebab Masalah Ekonomi

1. Pertumbuhan penduduk 
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, faktor penyebab kelangkaan adalah pertumbuhan penduduk. Faktor ini harus menjadi perhatian penting untuk mencegah terjadinya kelangkaan.

2. Perbedaan letak geografis 
Letak geografis yang berbeda-beda menyebabkan persebaran sumber daya di berbagai wilayah yang tidak sama. Ada wilayah yang memiliki tanah yang subur, namun ada beberapa wilayah yang tidak memiliki tanah yang subur namun tandus dan kekurangan air bersih.
3. Kerusakan sumber daya alam 
Meskipun seluruh aspek produksi akan membutuhkan sumber daya alam, namun masih saja ada sumber daya alam yang dirusak oleh ulah manusia. Banyak oknum yang akhirnya lepas tanggung jawab dan tidak mempedulikan kelestarian sumber daya alam. Misalnya, penebangan hutan secara liar, pembukaan lahan dan pembakaran hutan
4. Rendahnya kemampuan produksi 
Rendahnya kemampuan produksi juga menjadi faktor penyebab kelangkaan. Kemampuan produksi sendiri akan ditentukan oleh faktor produksi yang berbentuk tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan juga kewirausahaan. Kemampuan produksi sangat berpengaruh terhadap ketersediaan barang atau jasa sebagai alat pemenuhan kebutuhan manusia. Kemampuan produksi yang rendah dan terbatas akan mengakibatkan rendahnya jumlah produksi. Hal ini bisa menimbulkan tidak terpenuhinya kebutuhan manusia sehingga menyebabkan kelangkaan. 
5. Lambatnya perkembangan teknologi 
Teknologi yang digunakan produsen dalam proses produksi sangat mempengaruhi kemampuan dalam proses produksi itu sendiri. Jika proses pengerjaan lambat dan penerapan teknologi yang lambat akan menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan manusia secara maksimal.
6. Bencana alam 
Terjadinya bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus dan bencana alam lainnya. Hal ini merupakan salah satu faktor kelangkaan yang tidak dapat diprediksi oleh manusia. Setelah terjadi bencana alam maka akan ada kerusakan bangunan, infrastruktur hingga sumber daya alam yang lain menjadi rusak bahkan akan menimbulkan korban jiwa. 
7. Pandemi 2020 silam hingga 2021 
kita sudah merasakan efek pandemi yang begitu berdampak negatif untuk seluruh kalangan masyarakat. Pandemi yang terjadi pada 2020 hingga 2021 lalu juga menyebabkan kelangkaan yang tidak bisa diprediksi. Contoh, saat pandemi Covid-19, terjadi kelangkaan hand sanitizer dan masker sehingga harganya menjadi melonjak jauh.
8. Perang 
Keadaan perang akan membuat kegiatan ekonomi seperti produksi, konsumsi, dan distribusi akan terganggu bahkan menjadi berhenti.

3. Masalah Pokok Ekonomi

A. Masalah Pokok Ekonomi Klasik

1.    Masalah produksi.

Merupakan masalah bagi produsen dan menimbulkan kekhawatiran apabila memproduksi barang tertentu tapi tidak dikonsumsi oleh masyarakat. Produsen butuh upaya untuk meningkatkan akses pasar untuk mendapatkan konsumen.

2.    Masalah distribusi. Pendistribusian mempunyai arti penting untuk mencapai kesuksesan di bidang pemasaran. Dengan adanya proses distribusi, maka barang yang diproduksi oleh suatu perusahaan akan sampai ke tangan konsumen.

3.    Masalah konsumsi. Konsumsi dipengaruhi oleh tingkat pendapatan. Konsumen cenderung membeli banyak barang jika barang tersebut harganya murah.

B. Masalah Pokok Ekonomi Modern

Para ahli ekonomi modern sepakat bahwa ada tiga masalah pokok yang dihadapi setiap perekonomian dan harus dipecahkan oleh masyarakat, yaitu:

1.      Barang dan jasa apa yang diproduksi dan berapa banyak? (What and how much?).

Karena sumber produksi yang tersedia terbatas maka masyarakat harus menentukan jenis dan jumlah barang dan jasa yang akan diproduksi.

2.    Bagaimana cara memproduksi? (How?).

Dengan keterbatasan sumber daya ekonomi yang tersedia para produsen harus mampu menciptakan teknik produksi yang efisien.

3.    Untuk siapa barang atau jasa dihasilkan? (For whom?)

Pertanyaan ini menyangkut untuk siapa atau lapisan masyarakat mana yang menikmati barang dan jasa yang diproduksi.

C. PILIHAN ( SKALA PRIORITAS)

1. Pengertian Skala Prioritas

Skala prioritas adalah daftar yang disusun sesuai dengan ukuran dan tingkat kepentingan kebutuhan. Penyusunannya dilakukan mulai dari yang paling mendesak. Namun jika menurut Merriam Webster skala prioritas adalah aktivitas yang penting dan dilakukan pertama kali.

 

Dengan adanya skala prioritas, seseorang bisa mengetahui kebutuhan atau kepentingan apa saja yang harus didahulukan. Hal ini membantu seseorang untuk bisa membuat keputusan jika dihadapkan pada beberapa pilihan. Juga dapat menghindarkan setiap orang dari kebutuhan yang sifatnya konsumtif.

 2. Faktor Yang Mempengaruhi Skala Prioritas

Setiap orang pasti memiliki standar skala prioritas yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti:

1.    Strata sosial menunjukan semakin tinggi status sosial maka kebutuhan atau skala prioritas juga akan berubah. Misalkan seorang karyawan akan lebih mementingkan membeli baju yang layak untuk kerja. Namun saat naik jabatan dia akan lebih mementingkan mereknya.

2.    Lingkungan, misalkan orang yang tinggal di daerah bukit akan mementingkan membeli baju hangat, berbeda dengan orang di pesisir pantai akan memilih baju berbahan lebih tipis.

Tingkat pendapatan. semakin tinggi pendapatan seseorang maka prioritas yang dibutuhkan akan berbeda.

  

3. Menyusun Skala Prioritas

Cara menyusun skala prioritas adalah:

1.   Melakukan pertimbangan seperti apakah benar-benar dibutuhkan?

2.   Mengetahui kapabilitas atau kemampuan diri sendiri.

3.   Mengetahui kesempatan yang dimiliki.

4.   Memahami mana yang paling mendesak atau urgen.

Mempertimbangkan kebutuhan masa yang akan datang

D. BIAYA PELUANG (OPPORTUNITY COST)

A. Pengertian Biaya Peluang
Biaya peluang adalah biaya yang timbul akibat memilih sebuah peluang terbaik dari beberapa alternatif yang tersedia. Ketika seseorang dihadapkan pada beberapa alternatif pilihan dan harus memilih salah satu di antaranya maka alternatif yang tidak dipilihnya itulah yang menjadi biaya peluang.

B. Ciri-Ciri Biaya Peluang

Terdapat beberapa karakteristik  atau ciri-ciri dari biaya peluang yaitu adalah sebagai berikut.

  • Cara menghitung opportinity cost tidak selalu dikaitkan dengan uang. Namun dapat dihubungkan dengan kebahagiaan, waktu, benefit yang diperoleh di masa mendatang, dan lainnya.
  • Mempunyai banyak possibility terkait dengan kegunaannya.
  • Penetapan pilihan opportunity cost tergantung maksud dan kondisi setiap individu/perusahaan.
  • Biaya peluang pada umumnya merupakan kebutuhan sekunder maupun tersier.

C. Manfaat Perhitungan Biaya Peluang

Manfaat dari perhitungan biaya peluang adalah sebagai berikut:

1.    Membuka Kesempatan Usaha & Meminimalkan Risiko

Dengan memanfaatkan biaya peluang, Anda akan memiliki sejumlah perbandingan dalam menentukan keputusan yang dirasa cocok dan tidak membawa faktor risiko yang cukup besar jika terjadi sesuatu di luar dari dugaan.

Selalu ada risiko dalam menjalankan usaha, namun dengan adanya perhitungan biaya peluang, maka Anda sudah meminimalkan peluang terjadinya risiko, karena sangat tidak mungkin menghilangkannya secara keseluruhan.

2.    Membantu Perhitungan Modal

Modal juga merupakan salah satu dasar faktor yang mendukung bisnis Anda.

Di zaman sekarang sudah banyak pihak-pihak yang ingin meminjamkan modal dengan syarat dan ketentuan berlaku.

3.    Mempermudah Menentukan Prioritas

Sebagai seorang pengusaha, tentunya Anda memiliki banyak ide tentang peluang bisnis yang ingin dijalani.

Agar Anda bisa menjalankan bisnis yang paling penting, ekonomis, dan berpotensi mendatangkan keuntungan banyak lebih dulu, maka biaya peluang akan membantu Anda untuk memiliki prioritas atau sesuatu yang harus Anda pilih lebih dahulu dibanding yang lain.

4.    Menghemat Pengeluaran Usaha

Karena dengan adanya perhitungan biaya peluang, maka perusahaan akan memiliki prioritas.

Ini berarti, sama halnya perusahaan tidak membutuhkan dana tambahan untuk pembiayaan yang tidak perlu dan berfokus pada pembiayaan pokok menyangkut prioritas usahanya, sehingga menimbulkan dampak penghematan pengeluaran secara tidak langsung.

D. Cara Menghitung dan Contoh Biaya Peluang 

Terdapat dua hal yang bisa dilakukan sebagai cara menghitung biaya alternatif, yaitu:

1.    Jika ada dua pilihan, maka akan dihitung nilai peluang yang dikorbankan alias yang tidak dipilih.

2.    Jika ada lebih dari dua pilihan, maka akan dihitung nilai peluang terbaik yang dikorbankan.Terdapat dua hal yang bisa dilakukan sebagai cara menghitung biaya alternatif, yaitu:

1.    Jika ada dua pilihan, maka akan dihitung nilai peluang yang dikorbankan alias yang tidak dipilih.

2.    Jika ada lebih dari dua pilihan, maka akan dihitung nilai peluang terbaik yang dikorbankan.


Contoh :

  • Misalnya, Anda memutuskan buat membuka usaha minuman boba dan meninggalkan pekerjaan dengan gaji Rp4.000.000,00. Maka, biaya peluangnya adalah Rp4.000.000,00 apabila ditinjau dari gaji yang ditinggalkan demi membuka usaha boba.
  • Faris ditawari untuk bekerja di suatu perusahaan dengan gaji Rp1.000.000,00 per bulan. Di sisi lain Faris memiliki kemampuan secara keahlian dan modal untuk melakukan produksi suatu barang dengan peluang mendapatkan laba Rp5.000.000,00 per bulan, tetapi setelah melalui proses produksi dan promosi selama 4 bulan. Dari ilustrasi di atas, jika Faris lebih memilih mengambil peluang untuk melakukan produksi sendiri maka dia telah kehilangan peluang untuk bekerja pada orang lain dengan gaji Rp1.000.000,00 selama 4 bulan. Itulah yang dimaksud dengan biaya peluang.                                         Jadi besarnya biaya peluang bagi Faris selama 4 bulan adalah 4 x Rp1.000.000,00, yaitu Rp4.000.000,00.




Kamis, 02 Maret 2023

SISTEM PEMBAYARAN

 A. PENGERTIAN SISTEM PEMBAYARAN

Sistem Pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dana, guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.

B. KEBIJAKAN SISTEM PEMBAYARAN

Kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kelancaran, keamanan, dan efisiensi transaksi pembayaran dari sisi tunai dan nontunai.

C. PERAN BANK INDONESIA DALAM SISTEM PEMBAYARAN

Untuk mengawasi sistem pembayaran di Indonesia, Bank Indonesia berperan penting dalam mengawasinya. Dengan begitu, sistem pembayaran yang ada bisa berjalan lancar dan aman bagi semua orang.

Dalam mengawasi dan menjaga kelancaran sistem pembayaran di Indonesia, ada 4 prinsip yang dituangkan dalam undang-undang dan dilaksanakan BI seperti:

  1. Keamanan

Segala resiko yang ada dalam sebuah sistem pembayaran seperti, kredit, likuiditas, fraud harus dikelola dengan sangat baik oleh si penyelenggara dalam sebuah sistem pembayaran.

  1. Kesetaraan akses

BI tidak menyetujui segala macam praktek monopoli pada penyelenggaraan dalam sebuah sistem yang bisa menghambat pelaku ekonomi lainnya untuk ikut masuk dan menyelenggarakan sistem pembayaran.

  1. Perlindungan konsumen

BI harus dapat memberikan jaminan terhadap aspek-aspek di perlindungan konsumen yakni jaminan adanya kepastian hukum kepada konsumen dan pembuat jasa dalam divisi perlindungan konsumen.

Konsumen dan penyedia jasa dapat mengajukan pengaduan kepada BI jika mengalami hal-hal yang merugikan.

  1. Efisiensi

BI harus menjamin penyelenggaraan sistem pembayaran bisa berjalan secara efisien, dapat digunakan secara luas dan banyak orang dan biaya yang ditanggung oleh masyarakat menjadi lebih murah.

Berdasarkan 4 prinsip diatas, BI bertugas untuk mengawasi sistem pembayaran yang ada di Indonesia. Selain prinsip, berikut peran-peran bank Indonesia dalam menjaga sistem pembayaran:

  • BI memiliki kewenangan untuk memberikan izin dan persetujuan kepada badan penyedia jasa untuk turut serta pada sistem pembayaran terkait siapa saja yang bisa menerbitkan atau memproses alat-alat pembayaran tersebut.
  • Melakukan pengawasan akan sistem pembayaran yang ada di Indonesia (baik bank maupun Lembaga di luar bank).
  • Memberikan ketentuan standar-standar tertentu pada alat pembayaran dan menentukan alat pembayaran apa saja yang boleh digunakan dalam sistem pembayaran di Indonesia.
  • Kebijakan pengendalian akan efisiensi, resiko, tata kelola, dan lain-lain.
  • Kewenangan dalam menjalankan sistem BI – Real Time Gross Settlement (BI-RTGS). Sistem ini sendiri berfungsi untuk melakukan pembayaran non-tunai yang bernilai besar. Menurut data dari Bank Indonesia pada tahun 2010, transaksi yang dilakukan oleh BI-RTGS sendiri telah mencapai setidaknya 174,3 triliun Rupiah.
  • Kewenangan sebagai penyelenggara sistem kliring antar bank-bank untuk jenis pembayaran tertentu melalui sistem kliring nasional Bank Indonesia atau SKNBI

 D. PRINSIP-PRINSIP SISTEM PEMBAYARAN

Baiknya suatu sistem pembayaran harus mampu memberikan tingkat kenyamanan dan juga keamanan untuk seluruh penggunanya, baik itu dalam bentuk tunai maupun non-tunai.

Sebagai lembaga yang bertugas menjalankan payment system di Indonesia, Bank Indonesia sudah mengatur empat prinsip sistem pembayaran, yakni:

1. Efisien

Prinsip ini lebih menekankan pada tingkat pelaksanaan payment system yang harus bisa dilakukan secara lebih luas. Sehingga, biaya yang akan ditanggung oleh masyarakat sebagai pengguna akan lebih terjangkau.

2. Aman

Setiap risiko yang terdapat di dalam payment system harus bisa dikelola dan juga dimitigasi lebih baik dengan adanya payment system, baik itu risiko kredit, fraud, dan likuiditas.

3. Perlindungan Konsumen

Sistem pembayaran harus bisa dijaga dengan baik dalam hal menjaga jumlah uang tunai yang beredar ataupun kondisinya yang memang masih layak edar. Hal tersebut sering disebut dengan clean money policy.

4. Kesetaraan Akses

Bank Indonesia tidak menginginkan adanya kegiatan praktik monopoli dalam kegiatan sistem pembayaran, karena hal ini nantinya akan menghambat pengguna lain untuk ikut serta.


E. JENIS SISTEM PEMBAYARAN

elain pengertian sistem pembayaran, adapun terdapat 3 jenis sistem pembayaran, yaitu jenis pembayaran tunai, jenis pembayaran non tunai dan jenis pembayaran internasional.

Untuk memahami keduanya, berikut akan dijelaskan.

1.    Sistem Pembayaran Tunai

Alat pembayaran tunai seperti uang merupakan menjadi alat pembayaran yang paling krusial bagi masyarakat. Dengan uang ini Anda dapat melakukan setiap transaksi Anda, seperti belanja ke pasar, ke pusat perbelanjaan, beli makanan, dan lainnya.

Selain itu alat pembayaran tunai ini juga termasuk uang fisik yang terdiri dari uang kartal dan uang logam. Meskipun uang kartal ini sering digunakan untuk transaksi bersifat konvensional, namun jenis uang tunai ini memiliki kelemahan.

Seperti contoh, pada saat membeli suatu produk, dan jumlah uang tunai yang Anda berikan berjumlah besar, mungkin sebagian penjual akan merasa kesulitan untuk memberikan kembalian uang tunai tersebut kepada Anda.

Selain itu risiko keuangan dalam melakukan sistem pembayaran tunai juga cenderung banyak perilaku oknum yang tidak bertanggung jawab yang melakukan penipuan atas pemalsuan uang dan juga aksi kriminal berupa pencurian.

2.    Sistem Pembayaran Non Tunai

Pengertian sistem pembayaran non tunai bisa berbentuk kartu atau pun aplikasi yang menghadirkan scanning barcode.

Dalam melakukan pembayaran non tunai ini cenderung lebih efisien karena jenis penggunaannya yang bersifat pribadi dan ketika melakukannya hanya perlu melakukan pengecekan atau scanning dengan waktu kurang dari 1 menit saja.

Adapun jenis alat pembayaran non tunai ini, yaitu cek, giro, nota debit, kartu kredit, dan lainnya. Selain itu pengertian sistem pembayaran non tunai ini juga memiliki manfaat dan keuntungan yang tidak sedikit.

Salah satunya adalah memiliki sifat yang sangat praktis.

Dengan menggunakan alat pembayaran non tunai ini Anda sudah tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah yang banyak, sebab semuanya tersimpan secara aman di dompet maupun kartu elektronik.

Di Indonesia sendiri, tren pembayaran menggunakan alat pembayaran non tunai tentu semakin meningkat. Terlebih lagi dengan adanya mekanisme electronic payment atau e-payment di platform digital.

Melakukan jenis pembayaran dan tagihan cukup hanya menggunakan gadget.

Beberapa contoh alat pembayaran non-tunai adalah sebagai berikut:

  • Cek adalah media transaksi yang menyatakan perintah dari nasabah kepada pihak bank untuk mencairkan sejumlah uang atau dana atas nama nasabah tersebut atau juga bisa atas nama yang ditunjuk. Umumnya ada tiga jenis cek yang sering digunakan, yaitu cek atas tunjuk, cek silang, dan cek atas nama.
  • Giro memang hampir sama dengan cek. Namun, giro bukanlah perintah untuk mencairkan dana, melainkan perintah untuk pemindahan dana dari satu rekening ke rekening nasabah lain yang namanya telah ditunjuk di dalam giro tersebut.
  • Kartu kredit adalah alat transaksi nontunai yang dikeluarkan bank dengan mekanisme utang. Dengan memiliki kartu kredit, nasabah dapat melakukan pembayaran dengan meminjam terlebih dahulu dana dari bank untuk kemudian bisa membayar tagihan yang dikirimkan bank.
  • Kartu debit adalah jenis alat transaksi nontunai yang menggunakan mekanisme saldo nasabah. Kartu ini biasanya diterbitkan pihak bank yang mana nasabah tersebut membuka rekening. Tiap-tiap kartu debit memiliki limit dan batas waktu yang berbeda, tergantung pada jenis tabungan yang dipilih nasabah.
  • Nota debit adalah surat yang difungsikan untuk menagih nasabah dari bank lain melalui kliring.
  • Nota kredit adalah surat yang ditujukan untuk memindahkan atau mengirim sejumlah dana ke nasabah bank lain melalui kliring.
  • Uang elektronik atau sering dikenal dengan e-money adalah jenis alat transaksi yang terbilang baru dan memiliki beberapa unsur di dalamnya.

3. Alat Pembayaran Internasional

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa setiap negara mempunyai mata uangnya tersendiri, walaupun beberapa diantaranya ada yang sama. Namun, bagaimana cara melakukan transaksi bila mata uangnya berbeda.

Nah, untuk melakukan kegiatan transaksi internasional secara nontunai umumnya Anda harus menukarkan uang yang sama dengan nilai kurs yang berlaku.

Beberapa contoh alat pembayaran nontunai bertaraf internasional adalah sebagai berikut:

  • Cek – sistem pembayaran yang dilakukan  cek via bank penjual dari negara penjual.
  • Kartu kredit – Pembayaran dengan kartu kredit bisa dilakukan di berbagai negara, terutama bila Anda memiliki kartu dengan jaringan Union Pay, MasterCard, Visa, dll.
  • Wesel pos – Pihak pembeli bisa melakukan kegiatan transaksi wesel pos untuk mengirim uang dari dalam dan juga ke luar negeri. Penyelenggara wesel pos internasional adalah Wesel Union.
  • Online payment –  di dalamnya hampir sama dengan uang elektronik yang mana para pengguna harus melakukan setoran uang tunai ke suatu akun. Anda juga bisa menghubungkan kartu kredit ke dalam akun online payment, seperti PayPal.     
F. KOMPONEN SISTEM PEMBAYARAN

Adapun terdapat beberapa komponen sistem pembayaran, berikut penjelasannya.

•    Penyelenggara

Komponen yang pertama adalah berupa penyelenggara, komponen ini merupakan lembaga yang dapat memastikan penyelesaian akhir dari seluruh transaksi yang terjadi di dalam penggunaannya.

•    Infrastruktur

Dalam komponen ini, infrastruktur adalah suatu sarana fisik yang mendukung dalam proses operasional dari sistem pembayarannya yang dilakukan oleh orang yang melakukan transaksi.

•    Regulator

Regulator merupakan suatu komponen memiliki wewenang dalam mengatur aturan main, ketentuan dan kebijakan yang mengikat seluruh komponen dalam sistem pembayaran yang dilakukan.

•    Instrumen

Selanjutnya adalah komponen instrumen. Dalam komponen instrumen ini adalah alat pembayaran yang dilakukan baik secara tunai maupun secara non tunai yang disepakati oleh para pengguna dalam melakukan sebuah transaksi.

•    Pengguna

Dan komponen yang terakhir ini adalah pengguna. Pengguna ini merupakan suatu komponen dari sistem pembayaran yang merupakan konsumen dalam memanfaatkan sistem pembayaran.

G. MANFAAT SISTEM PEMBAYARAN

Pada dasarnya, uang memiliki beberapa fungsi primer. Pertama adalah sebagai alat tukar. Dibandingkan harus menjalankan sistem barter, uang merupakan alternatif paling praktis dan nyaman.

Kedua adalah sebagai satuan hitung karena memiliki nilai. Hal ini tentu lebih adil dibandingkan sistem barter.

Coba kita gunakan contoh berikut. Di zaman dahulu, sebutlah Anda hanya mempunyai sepasang sepatu kulit sebagai instrumen yang dapat digunakan untuk barter.

Namun, Anda hanya membutuhkan segenggam beras. Apabila sepasang sepatu kulit ditukar dengan beras, maka tentu akan berat sebelah, bukan?

Ketiga, uang juga berfungsi sebagai alat penyimpanan nilai. Artinya, uang dapat dimanfaatkan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang.

Dengan kata lain, uang juga dapat dibaca sebagai alat investasi. Hanya saja dengan catatan, inflasi yang terjadi tidak terlalu tinggi sehingga nilai uang masih relevan.