Selasa, 23 September 2025

PERMINTAAN (DEMAND)


📌 Pengertian Permintaan

Permintaan (demand) adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga tertentu dalam periode waktu tertentu.

👉 Jadi, permintaan bukan sekadar “keinginan”, tapi juga harus didukung kemampuan membeli.


📌 Hukum Permintaan

  • Jika harga naik, maka jumlah barang yang diminta turun.

  • Jika harga turun, maka jumlah barang yang diminta naik.
    👉 Dengan catatan ceteris paribus (faktor lain dianggap tetap).

Kurvanya menurun dari kiri atas ke kanan bawah.

Contoh Kasus

Di pasar tradisional:

  • Saat harga jeruk Rp10.000/kg → banyak pembeli, permintaan bisa mencapai 100 kg per hari.

  • Saat harga naik jadi Rp20.000/kg → pembeli berkurang, permintaan turun jadi 40 kg per hari.

👉 Terlihat jelas: harga naik → permintaan turun


📌 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan

  1. Harga Barang Itu Sendiri
    Semakin tinggi harga, biasanya permintaan turun; sebaliknya semakin rendah harga, permintaan naik (hukum permintaan). Misalnya harga cabai rawit naik dari Rp30.000/kg jadi Rp100.000/kg.

    👉 Konsumen akan mengurangi pembelian, misalnya dari 2 kg jadi hanya ½ kg.
  2. Pendapatan Konsumen
    Jika pendapatan naik, permintaan terhadap barang normal biasanya meningkat. Namun untuk barang inferior (barang kualitas rendah), permintaan bisa menurun saat pendapatan naik.     👉 Ia mulai lebih sering membeli kopi di kafe dibanding membuat kopi instan di rumah. Mie instan → ketika pendapatan rendah, orang banyak konsumsi; kalau pendapatan naik, orang lebih memilih makan makanan segar/restoran., Transportasi umum tertentu → misalnya angkot; kalau pendapatan naik, orang beralih ke motor atau mobil pribadi., Beras kualitas rendah → saat pendapatan naik, orang beralih ke beras premium.

  3. Harga Barang Lain (Substitusi & Komplementer)      CONTOH 1:

    • Barang substitusi (pengganti): misalnya teh dengan kopi. Jika harga kopi naik, permintaan teh bisa naik.

    • Barang komplementer (pelengkap): misalnya mobil dengan bensin. Jika harga bensin naik, permintaan mobil bisa turun.                CONTOH 2:

    • Barang substitusi: Harga ayam naik tinggi.
      👉 Permintaan ikan meningkat karena bisa jadi pengganti lauk.

    • Barang komplementer: Harga bensin naik.
      👉 Permintaan mobil pribadi turun, orang lebih memilih transportasi umum.

  4. Selera atau Tren
    Tren, gaya hidup, dan iklan dapat membuat permintaan suatu produk meningkat atau menurun. Contoh : Muncul tren minuman boba di kalangan anak muda.

    👉 Permintaan boba melonjak meski harganya relatif mahal.
  5. Jumlah Penduduk
    Semakin banyak penduduk, semakin besar potensi permintaan terhadap barang/jasa.                Contoh : Kota dengan penduduk terus bertambah, seperti Jakarta.

    👉 Permintaan beras, rumah, dan transportasi juga semakin tinggi.
  6. Ekspektasi Harga di Masa Depan
    Jika konsumen memperkirakan harga akan naik, mereka cenderung membeli lebih banyak sekarang, sehingga permintaan naik.       Contoh : Menjelang Ramadhan dan Lebaran, masyarakat biasanya memperkirakan harga sembako akan naik.

    👉 Mereka membeli beras, gula, dan minyak goreng lebih banyak sebelum harga naik
  7. Kebijakan Pemerintah
    Pajak, subsidi, atau regulasi bisa memengaruhi daya beli dan selera konsumen.                 Contoh : Pemerintah memberi subsidi LPG 3 kg.

    👉 Permintaan tabung LPG melonjak karena harganya jadi lebih terjangkau

📌 Macam2   Permintaan

 macam-macam permintaan dalam harga pasar (ekonomi)

Berikut macam-macamnya:

1. Berdasarkan Jumlah & Harga

  • Permintaan Efektif → permintaan nyata, didukung daya beli. Misalnya: Budi punya uang Rp20.000 dan membeli 2 liter beras seharga Rp10.000/liter.

    Ini permintaan nyata karena benar-benar terjadi transaksi.

  • Permintaan Absolut → keinginan memiliki barang, tapi belum tentu punya daya beli.                Misalnya: Andi ingin membeli iPhone seharga Rp15 juta, tapi tabungannya hanya Rp2 juta.

  • Permintaan Potensial → ada kemampuan membeli, tapi belum direalisasikan. Misalnya: Siti punya Rp15 juta di tabungannya, cukup untuk beli iPhone, tapi ia masih menunggu promo/bonus akhir tahun.  Jadi permintaannya masih tertunda.

2. Berdasarkan Sifat Hubungan dengan Barang Lain

  • Permintaan Komplementer → barang yang saling melengkapi (contoh: bensin & motor, teh & gula).

  • Permintaan Substitusi → barang pengganti (contoh: teh vs kopi, margarin vs mentega).

  • Permintaan Independen → barang yang tidak terkait dengan barang lain (contoh: baju dengan bensin).

3. Berdasarkan Jumlah Pelaku

  • Permintaan Individu → permintaan dari satu konsumen.

  • Permintaan Kolektif (Pasar) → permintaan gabungan dari semua konsumen di pasar.

4. Berdasarkan Perubahan Harga

  • Permintaan Elastis → perubahan harga sedikit → perubahan permintaan banyak (contoh: barang mewah, minuman ringan).

  • Permintaan Inelastis → perubahan harga besar → permintaan hampir tidak berubah (contoh: obat, beras).

  • Unitary Elastic → perubahan harga berbanding lurus dengan perubahan jumlah yang diminta.

Apa itu Kurva Permintaan?

Bunyi hukum pada kurva permintaan adalah jika harga suatu barang turun, maka permintaan barang tersebut akan meningkat, dengan syarat ceteris paribus-nya atau faktor lain yang memengaruhi permintaan barang tersebut (selain harga), dianggap tidak berubah.

Kurva permintaan mempunyai gradien atau kemiringan atau slope negatif. Artinya, bentuk kurva permintaan akan menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara harga dengan permintaan adalah berbanding terbalik.

Gambar Kurva Permintaan

Kurva permintaan adalah grafik yang menggambarkan hubungan antara harga suatu barang/jasa dengan jumlah barang/jasa yang diminta konsumen dalam suatu periode waktu tertentu.

Untuk menggambarkan kurva permintaan, coba kamu perhatikan contoh soal kurva permintaan pada tabel di bawah ini.

Pergerakan Kurva Permintaan

Nah, dalam teorinya, kurva permintaan juga bisa mengalami pergerakan dan pergeseran, lho! Pergerakan ini terjadi karena perubahan harga barang itu sendiri. Contohnya seperti yang tergambar pada infografik di bawah ini. Pada saat harga bakso Rp20.000,00, jumlah bakso yang diminta adalah sebesar 120 mangkok (titik A pada kurva permintaan).

Ketika harganya turun menjadi Rp18.000,00, mengakibatkan bertambahnya jumlah bakso yang diminta dari 120 mangkok menjadi 140 mangkok (titik A pada kurva permintaan bergerak ke kanan yaitu titik B), dan seterusnya. Jadi kesimpulannya, yang membuat kurva permintaan bergerak hanyalah harga barang itu sendiri.

Pergeseran Kurva Permintaan

Sementara itu, jika yang berubah adalah faktor lain, contohnya pendapatan, maka akan terjadi pergeseran kurva permintaan (shifting). Bila pendapatan meningkat, kurva permintaan bergeser sejajar ke kanan. Jika pendapatan menurun, kurva permintaan bergeser sejajar ke kiri. Contoh ini dapat diilustrasikan ke dalam kurva berikut ini.

Hubungan antara Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dengan Pergeseran Kurva

Nah, supaya lebih mudah memahaminya, pengaruh masing-masing faktor yang memengaruhi permintaan terhadap pergerakan (movement) dan pergeseran (shifting) kurva permintaan dapat dirangkum dalam tabel berikut.

📌 Fungsi Permintaan

Fungsi permintaan menunjukkan hubungan matematis antara jumlah barang yang diminta dengan faktor-faktor yang memengaruhinya.
Bentuk Rumus Permintaan :

Q = a – bP   atau  P= a – bQ

  • Qd: Jumlah barang yang diminta. 
  • a: Konstanta (jumlah barang yang diminta saat harga nol). 
  • b: Koefisien atau kemiringan, yang menunjukkan perubahan jumlah barang akibat perubahan harga (nilai b negatif karena hukum permintaan). 
  • P: Harga barang.  

RUMUS MENENTUKAN PERMINTAAN

  



P = harga
P1 = harga yang sudah diketahui 1
P2 = harga yang sudah diketahui 2
Q = permintaan
Q1 = permintaan yang sudah diketahui 1
Q2 = permintaan yang sudah diketahui 2 

📊 Contoh Soal 

SOAL 1

Jika harga barang Rp60 per unit, maka jumlah permintaan 20 unit. Dan jika harga barang Rp40 per unit, maka jumlah permintaan 30 unit. Tentukan persamaan fungsi permintaan!

Penyelesaian:

Diketahui:

P1 = 60         Q1 = 20

P2 = 40         Q2 = 30

Nah, setelah ini  bisa pakai rumus

    persamaan permintaan

Menghitung Fungsi permintaan 1

   KALI SILAK

 Menghitung Fungsi permintaan 2

    pindah_positif

Menghitung Fungsi permintaan 3

 pindah_penyebut

       Menghitung Fungsi permintaan 4

Sehingga menjadi,


 Menghitung Fungsi permintaan 5

SOAL 2

Dalam sebuah pasar, fungsi permintaanya adalah Qd = 40 – 2P. Berapa banyak jumlah permintaan ketika harga (P) = 10 ?

Diketahui :
Qd = 40 – 2P
P = 10
Ditanya : Q = …. ?
= Qd = 40 – 2P
= Qd = 40 – 2 (10)
= Qd = 40 – 20
= Qd = 20

Maka, pada saat harga (P) nya 10, diperoleh jumlah permintaanya yakni 20.

LATIHAN SOAL FUNGSI PERMINTAAN

1. Saat harga barang Rp20.000 per unitnya, permintaan Surya berjumlah 2 unit. Namun, ketika harga barang Rp18.000 per unit, maka permintaan Surya menjadi 3 unit. Berapakah fungsi permintaan Surya?

2. Ketika harga barang Rp16.000 per unit, permintaan Raras sebanyak 18 unit. Namun, ketika harga barangnya Rp14.000 per unit, maka permintaan Raras menjadi 22 unit. Berapakah fungsi permintaan Raras?

3. Ketika harga barang Rp60 per unitnya, maka jumlah permintaan sebanyak 20 unit. Ketika harga barang Rp40 per unit, jumlah permintaannya 30 unit. Carilah persamaan fungsi permintaan!


Selasa, 16 September 2025

Novel : Kisah SMA_Ku

Bab 1: Gerbang yang Terbuka

Matahari pagi menyinari halaman sekolah dengan hangat, tapi tidak cukup untuk menenangkan hati Raka yang berdegup kencang. Di depannya, berdiri gerbang besar berwarna biru tua dengan papan nama sekolah yang gagah terpampang di atasnya: SMA Negeri Harapan Bangsa.

Seragam putih abu-abu yang ia kenakan masih tampak kaku, seperti baru saja diambil dari plastik. Sepatu hitam yang mengkilap pun terasa asing di kakinya. Tangannya menggenggam erat tali ransel, seakan-akan jika dilepaskan, ia bisa terseret oleh arus manusia yang memenuhi jalan menuju sekolah.

“Ya ampun, rame banget,” gumamnya pelan.

Di sekitarnya, ratusan siswa baru berbaris memasuki halaman sekolah. Ada yang berjalan dengan wajah percaya diri sambil tertawa bersama teman lama dari SMP, ada yang tampak canggung, menunduk, dan berjalan cepat seperti ingin menghilang. Raka termasuk yang kedua. Ia tidak punya banyak teman yang melanjutkan ke sekolah ini. Semua terasa asing, mulai dari wajah-wajah baru, gedung-gedung tinggi bercat putih, hingga suara riuh yang terdengar seperti lautan yang tak berujung.

Raka melangkah pelan melewati gerbang itu. Ada sesuatu di dadanya yang sulit dijelaskan—campuran gugup, takut, sekaligus penasaran. “Inikah awalnya?” pikirnya.

Di tengah keramaian, matanya tertumbuk pada spanduk besar yang terpasang di depan aula:
SELAMAT DATANG SISWA BARU – SELAMAT MENEMPUH PETUALANGAN BARU!

Kata “petualangan” itu menancap di kepalanya. Ia bertanya-tanya, petualangan seperti apa yang menantinya di balik tembok sekolah ini.

Tiba-tiba, suara nyaring terdengar dari pengeras suara.
“Seluruh siswa baru, silakan menuju aula utama untuk mengikuti upacara penyambutan!”

Arus manusia mulai bergerak, dan Raka ikut terseret di dalamnya. Jantungnya berdegup semakin kencang, seperti genderang perang. Sambil berjalan, ia menarik napas dalam-dalam.

Di dalam hati, ia berbisik, “Baiklah… ini langkah pertamaku. Semoga aku tidak salah jalan.”


Bab 2: Kelas Baru, Dunia Baru

Aula utama SMA Negeri Harapan Bangsa dipenuhi oleh lautan seragam putih abu-abu. Suara kursi geser, langkah kaki, dan bisik-bisik kecil bercampur menjadi satu. Raka melangkah masuk dengan ragu, matanya menyapu ruangan yang terasa terlalu besar dan terlalu ramai untuk dirinya yang masih asing.

Di panggung depan, deretan guru berdiri rapi. Seorang pria berkacamata dengan jas abu-abu berdiri di tengah, seolah menjadi pusat perhatian. “Itu pasti kepala sekolah,” pikir Raka. Benar saja, tak lama kemudian, pria itu mulai berbicara.

“Selamat datang, anak-anakku. Kalian yang duduk di sini hari ini adalah generasi baru. Ingatlah, SMA bukan hanya tempat belajar pelajaran, tapi juga tempat belajar tentang kehidupan.”

Suara tepuk tangan bergemuruh. Raka ikut bertepuk tangan pelan, meski pikirannya masih melayang-layang. Kata-kata “belajar tentang kehidupan” terasa berat baginya.

Setelah sambutan panjang, para siswa dipanggil ke kelas masing-masing. Raka merogoh kantong kemejanya, mengeluarkan kertas kecil yang sudah agak kusut: X-5.

Jalan menuju kelas terasa seperti labirin. Koridor yang panjang, dinding putih dengan papan mading penuh warna, dan suara tawa dari berbagai arah membuatnya semakin bingung. Ia akhirnya tiba di sebuah pintu dengan tulisan Kelas X-5.

Ketika masuk, ruangan terasa asing—bangku-bangku kayu tersusun rapi, jendela besar di samping memantulkan cahaya matahari, dan papan tulis putih masih bersih tanpa coretan. Beberapa siswa sudah duduk, sebagian sibuk bercakap-cakap, ada pula yang asyik menatap layar ponsel.

Raka menelan ludah. Ia memilih duduk di barisan tengah dekat jendela, berharap bisa berbaur tanpa terlalu mencolok.

Tak lama, seorang siswa dengan rambut agak berantakan dan senyum lebar masuk, lalu langsung duduk di kursi sebelahnya.
“Halo, aku Dimas,” katanya santai sambil mengulurkan tangan.

Raka agak kaget, tapi segera membalas, “Eh, aku Raka.”
“Wih, mantap. Kita sekelas, berarti bakal sering bareng nih,” kata Dimas dengan nada penuh percaya diri.

Raka hanya mengangguk, tapi diam-diam merasa lega. Setidaknya, ada seseorang yang mau menyapanya lebih dulu.

Bel berbunyi, dan seorang wanita berkerudung biru memasuki kelas sambil tersenyum lebar. “Selamat pagi, anak-anak. Saya Bu Ratna, wali kelas kalian di X-5. Saya harap tiga tahun ke depan akan jadi perjalanan yang indah untuk kita semua.”

Kelas menjadi hening, hanya suara pena menulis dan bisik-bisik kecil terdengar. Raka menatap papan tulis, tapi di hatinya ia berbisik:
“Mungkin… di kelas ini, aku bisa menemukan awal cerita baruku.”


Bab 3: Perasaan yang Bercampur

Hari-hari pertama di kelas X-5 berjalan dengan cepat, tapi bagi Raka, setiap menitnya terasa seperti petualangan kecil. Setiap pagi ia masih canggung memasuki kelas, namun perlahan rasa asing itu mulai berkurang.

Dimas, teman sebangkunya, ternyata sangat supel. Ia mudah akrab dengan siapa pun. Dalam sehari saja, Raka melihat Dimas sudah bisa bercanda dengan hampir separuh isi kelas. Kadang Raka iri dengan keberanian itu, tapi di sisi lain, ia bersyukur punya teman yang tidak segan menariknya masuk ke dalam lingkaran.

“Rak, kenalin, ini Sinta. Dia suka banget nulis puisi, katanya cita-citanya mau jadi penulis terkenal,” ucap Dimas suatu siang.

Sinta, seorang gadis berambut panjang yang selalu membawa buku catatan kecil, tersenyum hangat. “Halo, Raka. Kalau butuh teman ngobrol, aku biasanya nongkrong di perpustakaan,” katanya ramah.

Belum sempat Raka membalas panjang, Dimas sudah menepuk bahu seorang siswa lain. “Oh iya, ini Andra. Jago basket, katanya pengen masuk tim sekolah.”

Andra, dengan tubuh tinggi dan kulit agak gelap, hanya mengangguk singkat. “Halo,” katanya pendek, tapi dari senyum tipisnya, Raka tahu itu bukan sikap dingin, hanya sederhana.

Raka tersenyum kecil. Dalam hati ia merasa sedikit lebih ringan.

Namun, tidak semua berjalan mulus. Saat pelajaran matematika pertama, Raka merasa kepalanya penuh. Angka-angka di papan tulis berlarian tanpa bisa ia tangkap. Sementara beberapa teman terlihat cepat memahami, ia hanya bisa menatap kosong. Rasa minder mulai tumbuh.

“Gue kayaknya bakal susah nih di matematika,” gumamnya pelan sambil menutup buku.
Dimas yang duduk di sampingnya menoleh. “Santai aja, Rak. Kalau nggak ngerti, belajar bareng gue aja.”

Meski ucapan itu sederhana, Raka merasa seperti mendapat sedikit pertolongan di tengah lautan.

Hari Jumat pertama, seluruh siswa baru mengikuti upacara bendera di lapangan. Barisan putih abu-abu memanjang rapi, matahari pagi terasa menyengat. Dari kejauhan, Raka melihat sekelompok kakak kelas OSIS berdiri gagah di depan. Di antaranya ada satu orang—seorang kakak kelas laki-laki dengan suara lantang memimpin upacara. Tatapannya tegas, suaranya jelas, dan gerakannya penuh wibawa.

Entah kenapa, dada Raka berdebar saat melihatnya. Ada rasa kagum, tapi juga rasa takut. “Bisakah aku sekuat itu suatu hari nanti?” pikirnya.

Hari-hari awal di SMA benar-benar penuh campuran rasa. Ada canggung, ada minder, ada kagum, ada penasaran. Semuanya berputar-putar di kepala Raka. Tapi di balik kebingungan itu, ia mulai merasakan sesuatu yang baru: semangat yang perlahan tumbuh, seolah sebuah pintu besar di hatinya baru saja terbuka.




Bab 5: Awal Sebuah Perjalanan

Sore itu, langit sudah berwarna jingga ketika Raka tiba di rumah. Badannya lelah, tapi matanya masih berbinar. Ia meletakkan tas di kursi, lalu mengambil buku catatan yang selalu ia simpan di laci meja belajarnya.

Buku itu bukan sekadar catatan pelajaran, melainkan tempat ia menulis perasaan yang sulit ia ucapkan. Ia membuka halaman baru, mengeluarkan pena, lalu mulai menulis.

Hari ini aku nyasar. Tadinya mau ke perpustakaan, malah sampai ke lapangan basket. Malu sih, tapi ternyata aku ketemu Kak Bagas. Dia baik, ramah, dan katanya nyasar itu hal wajar. Dari salah jalan, kita bisa nemu hal baru.

Raka berhenti sejenak, menatap kata-kata yang ia tulis. Ia tersenyum tipis.

Sepertinya, SMA ini memang akan penuh kejutan. Aku udah ketemu teman sebangku yang baik, Dimas. Aku juga kenal Sinta dan Andra. Bahkan hari ini aku ketemu Kak Bagas. Semua hal baru ini rasanya seperti pintu yang terbuka satu per satu. Aku masih takut, masih ragu, tapi entah kenapa… aku juga merasa bersemangat.

Ia menutup bukunya dengan perasaan hangat di dada. Tiga tahun ke depan mungkin panjang, mungkin penuh tantangan, tapi ia mulai percaya pada kata-kata di spanduk penyambutan itu: PETUALANGAN BARU.

Malam itu, sebelum tidur, Raka menatap langit-langit kamarnya. Senyumnya muncul tanpa ia sadari.
“Baiklah, SMA. Aku siap. Ini langkah pertamaku.”

Dan dengan begitu, sebuah perjalanan baru pun resmi dimulai.


✨ bersambung.....

Rabu, 03 September 2025

SOAL LATIHAN KONSEP DASAR ILMU EKONOMI

SOAL MATERI KEBUTUHAN

LATIHAN 1

1.

Seorang siswa SMA ingin membeli sepatu baru karena sepatu lamanya sudah rusak. Di saat yang sama, ia juga ingin membeli smartphone keluaran terbaru agar bisa tampil keren di sekolah. Namun, uang sakunya terbatas.
Jika siswa tersebut memutuskan untuk membeli sepatu baru, maka smartphone menjadi …

A. Kebutuhan primer
B. Kebutuhan sekunder
C. Kebutuhan tersier
D. Opportunity cost
E. Kebutuhan komplementer


2.
Di sebuah desa, masyarakat lebih memilih membeli beras dan sayur hasil pertanian lokal daripada produk impor yang lebih mahal. Namun, ketika daya beli meningkat, mereka mulai membeli makanan instan impor. Fenomena ini menunjukkan bahwa …

A. Kebutuhan manusia selalu bertambah karena sifatnya tidak terbatas
B. Kebutuhan primer sesuai kondisi ekonomi
C. Barang impor selalu lebih bermanfaat dibanding barang lokal
D. Kebutuhan masyarakat desa sama dengan masyarakat kota
E. Perubahan kebutuhan tidak dipengaruhi daya beli


3.
Dalam pandemi, masker medis yang tadinya dianggap sebagai kebutuhan sekunder berubah menjadi kebutuhan primer. Hal ini menunjukkan bahwa …

A. Kebutuhan manusia dipengaruhi oleh lingkungan dan keadaan
B. Kebutuhan primer selalu sama di semua situasi
C. Kebutuhan tersier dapat naik menjadi kebutuhan primer
D. Semua kebutuhan manusia sama pentingnya
E. Kebutuhan tidak bisa dipengaruhi oleh teknologi maupun kondisi

LATIHAN 2

1.
Rani ingin membeli laptop baru untuk sekolah online. Namun, ia juga ingin membeli sepeda lipat untuk olahraga. Karena uang tabungannya terbatas, ia memilih membeli laptop.
Pilihan Rani tersebut menunjukkan bahwa …

A. Kebutuhan manusia tidak terbatas sedangkan alat pemuasnya terbatas
B. Kebutuhan sekunder lebih penting daripada primer
C. Laptop dan sepeda lipat termasuk kebutuhan primer
D. Laptop adalah opportunity cost dari sepeda lipat
E. Sepeda lipat merupakan kebutuhan komplementer laptop

Jawaban: A


2.
Dalam kondisi bencana alam, masyarakat lebih mendahulukan membeli makanan pokok daripada pakaian baru. Fenomena ini menunjukkan bahwa …

A. Kebutuhan primer selalu lebih banyak jumlahnya daripada kebutuhan sekunder
B. Prioritas kebutuhan ditentukan oleh situasi dan kondisi yang dihadapi
C. Pakaian tidak lagi termasuk kebutuhan manusia
D. Kebutuhan sekunder tidak akan pernah dipenuhi
E. Semua kebutuhan selalu sama pentingnya

Jawaban: B


3.
Pak Budi seorang petani. Saat panen raya, ia menjual sebagian hasil panen untuk membeli mesin penggiling padi agar produksinya meningkat. Tindakan Pak Budi termasuk dalam pemenuhan kebutuhan …

A. Primer
B. Sekunder
C. Tersier
D. Produksi
E. Konsumsi

Jawaban: D


4.
Dulu, internet dianggap sebagai kebutuhan sekunder. Namun, sejak era digital dan pembelajaran online, internet berubah menjadi kebutuhan primer. Hal ini membuktikan bahwa …

A. Kebutuhan manusia selalu meningkat sesuai perkembangan zaman
B. Internet adalah kebutuhan tersier yang berubah menjadi sekunder
C. Kebutuhan manusia tidak dipengaruhi oleh teknologi
D. Internet hanya bermanfaat untuk hiburan
E. Semua kebutuhan manusia bersifat tetap

Jawaban: A


5.
Dalam keluarga, Ayah membutuhkan motor untuk bekerja, Ibu membutuhkan peralatan dapur, sedangkan anak membutuhkan buku sekolah. Dari contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa …

A. Kebutuhan tiap individu dalam keluarga selalu sama
B. Kebutuhan dipengaruhi oleh kedudukan atau peran masing-masing individu
C. Semua kebutuhan dalam keluarga termasuk kebutuhan sekunder
D. Perbedaan kebutuhan terjadi karena perbedaan hobi
E. Kebutuhan keluarga selalu berbentuk kebutuhan kolektif

Jawaban: B


6.
Rizky lebih memilih membeli pulsa internet daripada membeli jaket baru. Dari pilihan ini dapat disimpulkan bahwa …

A. Jaket termasuk opportunity cost dari pulsa internet
B. Pulsa internet merupakan kebutuhan tersier
C. Jaket merupakan kebutuhan primer yang diabaikan
D. Pulsa internet tidak termasuk kebutuhan mendesak
E. Rizky tidak mampu memenuhi kebutuhan sekunder

Jawaban: A


7.
Ketika harga beras naik, masyarakat beralih mengonsumsi singkong dan jagung. Hal ini menunjukkan bahwa …

A. Beras dan singkong adalah barang komplementer
B. Singkong dan jagung dapat menjadi barang substitusi
C. Kebutuhan primer hanya bisa dipenuhi dengan beras
D. Kebutuhan sekunder berubah menjadi primer
E. Perubahan harga tidak memengaruhi pilihan kebutuhan

Jawaban: B


8.
Di era modern, telepon genggam bukan hanya digunakan untuk komunikasi, tetapi juga untuk bekerja, belajar, dan berbisnis. Perubahan fungsi ini menunjukkan bahwa …

A. Barang kebutuhan dapat memiliki banyak manfaat sesuai perkembangan zaman
B. Telepon genggam hanya sekadar kebutuhan hiburan
C. Barang kebutuhan tidak dapat berubah fungsinya
D. Kebutuhan manusia hanya terbatas pada satu jenis barang
E. Perkembangan teknologi tidak memengaruhi kebutuhan

Jawaban: A


9.
Dalam sebuah keluarga, televisi dianggap sebagai kebutuhan sekunder. Namun, ketika digunakan untuk pembelajaran daring, televisi menjadi kebutuhan primer. Hal ini terjadi karena …

A. Kebutuhan manusia bersifat statis
B. Televisi adalah kebutuhan tersier
C. Fungsi barang dapat menentukan tingkat kebutuhan
D. Semua barang sekunder akan menjadi primer pada waktunya
E. Televisi tidak bisa digolongkan dalam kebutuhan

Jawaban: C


10.
Seorang mahasiswa memiliki uang Rp50.000. Ia bisa memilih membeli buku catatan atau makan siang. Jika ia memilih membeli makan siang, maka yang dikorbankan adalah …

A. Kebutuhan sekunder
B. Kebutuhan primer
C. Opportunity cost berupa buku catatan
D. Barang komplementer makan siang
E. Barang substitusi buku catatan

Jawaban: C



SOAL MATERI SKALA PRIORITAS

1.
Rani ingin membeli laptop baru untuk sekolah online. Namun, ia juga ingin membeli sepeda lipat untuk olahraga. Karena uang tabungannya terbatas, ia memilih membeli laptop.
Pilihan Rani tersebut menunjukkan bahwa …

A. Kebutuhan manusia tidak terbatas sedangkan alat pemuasnya terbatas
B. Kebutuhan sekunder lebih penting daripada primer
C. Laptop dan sepeda lipat termasuk kebutuhan primer
D. Laptop adalah opportunity cost dari sepeda lipat
E. Sepeda lipat merupakan kebutuhan komplementer laptop

Jawaban: A


2.
Dalam kondisi bencana alam, masyarakat lebih mendahulukan membeli makanan pokok daripada pakaian baru. Fenomena ini menunjukkan bahwa …

A. Kebutuhan primer selalu lebih banyak jumlahnya daripada kebutuhan sekunder
B. Prioritas kebutuhan ditentukan oleh situasi dan kondisi yang dihadapi
C. Pakaian tidak lagi termasuk kebutuhan manusia
D. Kebutuhan sekunder tidak akan pernah dipenuhi
E. Semua kebutuhan selalu sama pentingnya

Jawaban: B


3.
Pak Budi seorang petani. Saat panen raya, ia menjual sebagian hasil panen untuk membeli mesin penggiling padi agar produksinya meningkat. Tindakan Pak Budi termasuk dalam pemenuhan kebutuhan …

A. Primer
B. Sekunder
C. Tersier
D. Produksi
E. Konsumsi

Jawaban: D


4.
Dulu, internet dianggap sebagai kebutuhan sekunder. Namun, sejak era digital dan pembelajaran online, internet berubah menjadi kebutuhan primer. Hal ini membuktikan bahwa …

A. Kebutuhan manusia selalu meningkat sesuai perkembangan zaman
B. Internet adalah kebutuhan tersier yang berubah menjadi sekunder
C. Kebutuhan manusia tidak dipengaruhi oleh teknologi
D. Internet hanya bermanfaat untuk hiburan
E. Semua kebutuhan manusia bersifat tetap

Jawaban: A


5.
Dalam keluarga, Ayah membutuhkan motor untuk bekerja, Ibu membutuhkan peralatan dapur, sedangkan anak membutuhkan buku sekolah. Dari contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa …

A. Kebutuhan tiap individu dalam keluarga selalu sama
B. Kebutuhan dipengaruhi oleh kedudukan atau peran masing-masing individu
C. Semua kebutuhan dalam keluarga termasuk kebutuhan sekunder
D. Perbedaan kebutuhan terjadi karena perbedaan hobi
E. Kebutuhan keluarga selalu berbentuk kebutuhan kolektif

Jawaban: B


6.
Rizky lebih memilih membeli pulsa internet daripada membeli jaket baru. Dari pilihan ini dapat disimpulkan bahwa …

A. Jaket termasuk opportunity cost dari pulsa internet
B. Pulsa internet merupakan kebutuhan tersier
C. Jaket merupakan kebutuhan primer yang diabaikan
D. Pulsa internet tidak termasuk kebutuhan mendesak
E. Rizky tidak mampu memenuhi kebutuhan sekunder

Jawaban: A


7.
Ketika harga beras naik, masyarakat beralih mengonsumsi singkong dan jagung. Hal ini menunjukkan bahwa …

A. Beras dan singkong adalah barang komplementer
B. Singkong dan jagung dapat menjadi barang substitusi
C. Kebutuhan primer hanya bisa dipenuhi dengan beras
D. Kebutuhan sekunder berubah menjadi primer
E. Perubahan harga tidak memengaruhi pilihan kebutuhan

Jawaban: B


8.
Di era modern, telepon genggam bukan hanya digunakan untuk komunikasi, tetapi juga untuk bekerja, belajar, dan berbisnis. Perubahan fungsi ini menunjukkan bahwa …

A. Barang kebutuhan dapat memiliki banyak manfaat sesuai perkembangan zaman
B. Telepon genggam hanya sekadar kebutuhan hiburan
C. Barang kebutuhan tidak dapat berubah fungsinya
D. Kebutuhan manusia hanya terbatas pada satu jenis barang
E. Perkembangan teknologi tidak memengaruhi kebutuhan

Jawaban: A


9.
Dalam sebuah keluarga, televisi dianggap sebagai kebutuhan sekunder. Namun, ketika digunakan untuk pembelajaran daring, televisi menjadi kebutuhan primer. Hal ini terjadi karena …

A. Kebutuhan manusia bersifat statis
B. Televisi adalah kebutuhan tersier
C. Fungsi barang dapat menentukan tingkat kebutuhan
D. Semua barang sekunder akan menjadi primer pada waktunya
E. Televisi tidak bisa digolongkan dalam kebutuhan

Jawaban: C


10.
Seorang mahasiswa memiliki uang Rp50.000. Ia bisa memilih membeli buku catatan atau makan siang. Jika ia memilih membeli makan siang, maka yang dikorbankan adalah …

A. Kebutuhan sekunder
B. Kebutuhan primer
C. Opportunity cost berupa buku catatan
D. Barang komplementer makan siang
E. Barang substitusi buku catatan

Jawaban: C


MATERI KELANGKAAN


Contoh Soal HOTS – Kelangkaan

1.
Indonesia memiliki lahan pertanian yang luas, tetapi produksi pangan masih sering kurang mencukupi kebutuhan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa …

A. Kebutuhan manusia terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhan tidak terbatas
B. Alat pemuas kebutuhan lebih banyak daripada kebutuhan manusia
C. Kebutuhan manusia tidak terbatas sedangkan alat pemuasnya terbatas
D. Kebutuhan primer bisa diabaikan karena ada kebutuhan tersier
E. Kelangkaan hanya terjadi pada negara miskin

Jawaban: C


2.
Di sebuah kota, harga bahan bakar minyak (BBM) naik karena persediaannya terbatas. Kondisi ini mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum. Hal tersebut menunjukkan bahwa kelangkaan menyebabkan …

A. Barang menjadi berlimpah
B. Perubahan perilaku dalam memenuhi kebutuhan
C. Kebutuhan manusia berkurang dengan sendirinya
D. Semua orang bisa menikmati barang tanpa batas
E. Harga barang selalu stabil

Jawaban: B


3.
Dalam musim kemarau panjang, air bersih sulit diperoleh di desa. Warga terpaksa membeli air galon dengan harga mahal. Fenomena ini menunjukkan bahwa …

A. Kelangkaan terjadi karena alam dan cuaca
B. Air bersih termasuk kebutuhan sekunder
C. Semua kebutuhan dapat dipenuhi dengan mudah
D. Air galon merupakan kebutuhan tersier
E. Harga barang tidak dipengaruhi ketersediaan

Jawaban: A


4.
Rina memiliki uang Rp100.000. Ia ingin membeli pulsa, makanan, dan alat tulis. Namun, uangnya hanya cukup untuk membeli dua kebutuhan. Kondisi ini mencerminkan …

A. Kelangkaan sumber daya untuk memenuhi semua kebutuhan
B. Semua kebutuhan manusia dapat terpenuhi secara bersamaan
C. Kebutuhan manusia selalu sama tingkat kepentingannya
D. Uang tidak termasuk alat pemuas kebutuhan
E. Alat tulis tidak termasuk kebutuhan manusia

Jawaban: A


5.
Kelangkaan dapat terjadi meskipun sumber daya alam melimpah, karena …

A. Kebutuhan manusia semakin berkurang
B. Distribusi dan pengelolaan sumber daya tidak merata
C. Semua kebutuhan manusia mudah dipenuhi
D. Barang yang tersedia tidak memiliki nilai guna
E. Manusia bisa hidup tanpa sumber daya alam

Jawaban: B


MATERI BIAYA PELUANG


Contoh Soal HOTS – Biaya Peluang

1.
Ani memiliki uang Rp20.000. Ia bisa memilih membeli es krim atau bakso. Jika Ani membeli es krim, maka biaya peluangnya adalah …

A. Uang Rp20.000 yang hilang
B. Kepuasan yang hilang karena tidak jadi membeli bakso
C. Es krim yang sudah dimakan
D. Semua barang lain yang tidak bisa dibeli
E. Uang tambahan dari orang tua

Jawaban: B


2.
Seorang petani memiliki lahan 1 hektar. Ia bisa menanam padi atau jagung. Jika ia memilih menanam padi, maka biaya peluangnya adalah …

A. Hasil panen padi yang diperoleh
B. Biaya pupuk dan tenaga kerja
C. Jagung yang tidak ditanam
D. Harga padi di pasar
E. Semua tanaman selain padi

Jawaban: C


3.
Raka mempunyai waktu 2 jam. Ia bisa menggunakannya untuk belajar atau bermain game. Jika ia memilih bermain game, maka biaya peluangnya adalah …

A. Rasa senang saat bermain game
B. Nilai pelajaran yang meningkat
C. Waktu 2 jam yang dihabiskan
D. Kesempatan untuk belajar yang hilang
E. Kuota internet yang digunakan

Jawaban: D


4.
Pak Joko memiliki Rp1.000.000. Ia bisa membeli mesin cuci baru atau memperbaiki motor. Ia memutuskan memperbaiki motor. Maka biaya peluang dari keputusan tersebut adalah …

A. Motor yang sudah diperbaiki
B. Uang Rp1.000.000 yang hilang
C. Mesin cuci baru yang tidak jadi dibeli
D. Biaya bengkel yang dikeluarkan
E. Kepuasan karena motornya berfungsi

Jawaban: C


5.
Sebuah perusahaan memiliki modal terbatas. Mereka harus memilih antara memproduksi masker atau baju pesta. Jika diputuskan memproduksi masker, maka biaya peluangnya adalah …

A. Modal yang digunakan untuk produksi masker
B. Keuntungan yang diperoleh dari penjualan masker
C. Baju pesta yang tidak diproduksi
D. Bahan baku yang dipakai membuat masker
E. Harga masker di pasaran

Jawaban: C


LATIHAN 2


Soal 1

Sinta memiliki uang Rp50.000. Ia bisa memilih membeli novel atau makan siang. Jika ia memilih membeli novel, maka biaya peluangnya adalah …

A. Uang Rp50.000 yang hilang
B. Novel yang dibeli
C. Kepuasan dari makan siang yang tidak jadi dipilih
D. Semua barang lain yang tidak bisa dibeli
E. Kesempatan untuk menabung

Jawaban: C
Pembahasan: Biaya peluang adalah manfaat terbaik yang dikorbankan. Dengan membeli novel, Sinta mengorbankan makan siang.


Soal 2

Seorang petani memiliki 1 hektar lahan. Ia bisa menanam padi atau jagung. Jika ia memilih menanam jagung, maka biaya peluangnya adalah …

A. Hasil panen jagung
B. Harga jagung di pasar
C. Padi yang tidak ditanam
D. Biaya pupuk yang dikeluarkan
E. Tenaga kerja yang dipakai

Jawaban: C
Pembahasan: Pilihan yang tidak diambil (padi) adalah biaya peluang dari keputusan menanam jagung.


Soal 3

Dika mendapat waktu 3 jam setelah sekolah. Ia bisa belajar untuk ujian atau bermain bola dengan teman-temannya. Jika ia memilih belajar, maka biaya peluangnya adalah …

A. Nilai ujian yang tinggi
B. Waktu 3 jam yang digunakan
C. Permainan bola yang tidak diikuti
D. Buku pelajaran yang dipakai
E. Teman-teman yang dia temui

Jawaban: C
Pembahasan: Biaya peluang adalah aktivitas terbaik yang dikorbankan (bermain bola).


Soal 4

Pak Budi memiliki Rp5 juta. Ia ingin membeli mesin cuci atau lemari es. Ia memilih membeli lemari es. Maka biaya peluangnya adalah …

A. Lemari es yang sudah dibeli
B. Mesin cuci yang tidak jadi dibeli
C. Uang Rp5 juta yang habis
D. Kepuasan karena memiliki lemari es baru
E. Harga barang elektronik

Jawaban: B
Pembahasan: Barang yang dikorbankan (mesin cuci) adalah biaya peluang.


Soal 5

Dalam pandemi, sebuah pabrik harus memilih antara memproduksi masker atau pakaian pesta. Jika pabrik memutuskan memproduksi masker, maka biaya peluangnya adalah …

A. Modal yang digunakan
B. Keuntungan dari masker
C. Pakaian pesta yang tidak diproduksi
D. Mesin yang digunakan
E. Bahan baku masker

Jawaban: C
Pembahasan: Kesempatan membuat pakaian pesta yang dikorbankan merupakan biaya peluang.


Soal 6

Ardi memiliki uang Rp30.000. Ia bisa membeli tiket bus untuk pulang ke rumah atau membeli makan siang. Jika ia membeli tiket bus, maka biaya peluangnya adalah …

A. Tiket bus yang dibeli
B. Waktu yang digunakan di perjalanan
C. Makan siang yang tidak jadi dibeli
D. Uang Rp30.000 yang habis
E. Perjalanan pulang ke rumah

Jawaban: C
Pembahasan: Biaya peluang adalah kepuasan dari pilihan terbaik yang ditinggalkan, yaitu makan siang.


Soal 7

Seorang mahasiswa punya waktu 1 jam. Ia bisa menggunakannya untuk bekerja paruh waktu (mendapat Rp50.000) atau belajar. Jika ia memilih belajar, maka biaya peluangnya adalah …

A. Waktu 1 jam yang digunakan
B. Nilai pelajaran yang lebih tinggi
C. Uang Rp50.000 yang tidak diperoleh
D. Buku yang dipakai belajar
E. Teman yang dia temui

Jawaban: C
Pembahasan: Dengan belajar, ia kehilangan kesempatan memperoleh Rp50.000 dari bekerja.


Soal 8

Suatu negara memiliki sumber daya terbatas. Pemerintah harus memilih antara membangun jalan tol atau rumah sakit. Jika diputuskan membangun rumah sakit, maka biaya peluangnya adalah …

A. Jalan tol yang tidak dibangun
B. Biaya pembangunan rumah sakit
C. Pasien yang dirawat di rumah sakit
D. Pekerja yang direkrut
E. Dana pembangunan dari pajak

Jawaban: A
Pembahasan: Pilihan yang dikorbankan (jalan tol) menjadi biaya peluang.


Soal 9

Rani memiliki waktu akhir pekan. Ia bisa mengikuti kursus musik atau kursus bahasa asing. Jika ia memilih kursus musik, maka biaya peluangnya adalah …

A. Waktu kursus musik
B. Biaya kursus musik
C. Kepandaian bahasa asing yang tidak diperoleh
D. Buku musik yang dipakai
E. Peralatan musik yang dibeli

Jawaban: C
Pembahasan: Biaya peluang adalah manfaat dari pilihan terbaik yang tidak jadi diambil, yaitu kemampuan bahasa asing.


Soal 10

Perusahaan teknologi dapat menggunakan modalnya untuk mengembangkan aplikasi edukasi atau aplikasi game. Jika perusahaan memilih aplikasi game, maka biaya peluangnya adalah …

A. Keuntungan dari aplikasi game
B. Biaya produksi aplikasi
C. Aplikasi edukasi yang tidak jadi dibuat
D. Karyawan yang direkrut
E. Modal yang digunakan

Jawaban: C
Pembahasan: Biaya peluang adalah manfaat dari alternatif yang dikorbankan