Tampilkan postingan dengan label #permintaan#demand. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #permintaan#demand. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 September 2025

PERMINTAAN (DEMAND)


📌 Pengertian Permintaan

Permintaan (demand) adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga tertentu dalam periode waktu tertentu.

👉 Jadi, permintaan bukan sekadar “keinginan”, tapi juga harus didukung kemampuan membeli.


📌 Hukum Permintaan

  • Jika harga naik, maka jumlah barang yang diminta turun.

  • Jika harga turun, maka jumlah barang yang diminta naik.
    👉 Dengan catatan ceteris paribus (faktor lain dianggap tetap).

Kurvanya menurun dari kiri atas ke kanan bawah.

Contoh Kasus

Di pasar tradisional:

  • Saat harga jeruk Rp10.000/kg → banyak pembeli, permintaan bisa mencapai 100 kg per hari.

  • Saat harga naik jadi Rp20.000/kg → pembeli berkurang, permintaan turun jadi 40 kg per hari.

👉 Terlihat jelas: harga naik → permintaan turun


📌 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan

  1. Harga Barang Itu Sendiri
    Semakin tinggi harga, biasanya permintaan turun; sebaliknya semakin rendah harga, permintaan naik (hukum permintaan). Misalnya harga cabai rawit naik dari Rp30.000/kg jadi Rp100.000/kg.

    👉 Konsumen akan mengurangi pembelian, misalnya dari 2 kg jadi hanya ½ kg.
  2. Pendapatan Konsumen
    Jika pendapatan naik, permintaan terhadap barang normal biasanya meningkat. Namun untuk barang inferior (barang kualitas rendah), permintaan bisa menurun saat pendapatan naik.     ðŸ‘‰ Ia mulai lebih sering membeli kopi di kafe dibanding membuat kopi instan di rumah. Mie instan → ketika pendapatan rendah, orang banyak konsumsi; kalau pendapatan naik, orang lebih memilih makan makanan segar/restoran., Transportasi umum tertentu → misalnya angkot; kalau pendapatan naik, orang beralih ke motor atau mobil pribadi., Beras kualitas rendah → saat pendapatan naik, orang beralih ke beras premium.

  3. Harga Barang Lain (Substitusi & Komplementer)      CONTOH 1:

    • Barang substitusi (pengganti): misalnya teh dengan kopi. Jika harga kopi naik, permintaan teh bisa naik.

    • Barang komplementer (pelengkap): misalnya mobil dengan bensin. Jika harga bensin naik, permintaan mobil bisa turun.                CONTOH 2:

    • Barang substitusi: Harga ayam naik tinggi.
      👉 Permintaan ikan meningkat karena bisa jadi pengganti lauk.

    • Barang komplementer: Harga bensin naik.
      👉 Permintaan mobil pribadi turun, orang lebih memilih transportasi umum.

  4. Selera atau Tren
    Tren, gaya hidup, dan iklan dapat membuat permintaan suatu produk meningkat atau menurun. Contoh : Muncul tren minuman boba di kalangan anak muda.

    👉 Permintaan boba melonjak meski harganya relatif mahal.
  5. Jumlah Penduduk
    Semakin banyak penduduk, semakin besar potensi permintaan terhadap barang/jasa.                Contoh : Kota dengan penduduk terus bertambah, seperti Jakarta.

    👉 Permintaan beras, rumah, dan transportasi juga semakin tinggi.
  6. Ekspektasi Harga di Masa Depan
    Jika konsumen memperkirakan harga akan naik, mereka cenderung membeli lebih banyak sekarang, sehingga permintaan naik.       Contoh : Menjelang Ramadhan dan Lebaran, masyarakat biasanya memperkirakan harga sembako akan naik.

    👉 Mereka membeli beras, gula, dan minyak goreng lebih banyak sebelum harga naik
  7. Kebijakan Pemerintah
    Pajak, subsidi, atau regulasi bisa memengaruhi daya beli dan selera konsumen.                 Contoh : Pemerintah memberi subsidi LPG 3 kg.

    👉 Permintaan tabung LPG melonjak karena harganya jadi lebih terjangkau

📌 Macam2   Permintaan

 macam-macam permintaan dalam harga pasar (ekonomi)

Berikut macam-macamnya:

1. Berdasarkan Jumlah & Harga

  • Permintaan Efektif → permintaan nyata, didukung daya beli. Misalnya: Budi punya uang Rp20.000 dan membeli 2 liter beras seharga Rp10.000/liter.

    Ini permintaan nyata karena benar-benar terjadi transaksi.

  • Permintaan Absolut → keinginan memiliki barang, tapi belum tentu punya daya beli.                Misalnya: Andi ingin membeli iPhone seharga Rp15 juta, tapi tabungannya hanya Rp2 juta.

  • Permintaan Potensial → ada kemampuan membeli, tapi belum direalisasikan. Misalnya: Siti punya Rp15 juta di tabungannya, cukup untuk beli iPhone, tapi ia masih menunggu promo/bonus akhir tahun.  Jadi permintaannya masih tertunda.

2. Berdasarkan Sifat Hubungan dengan Barang Lain

  • Permintaan Komplementer → barang yang saling melengkapi (contoh: bensin & motor, teh & gula).

  • Permintaan Substitusi → barang pengganti (contoh: teh vs kopi, margarin vs mentega).

  • Permintaan Independen → barang yang tidak terkait dengan barang lain (contoh: baju dengan bensin).

3. Berdasarkan Jumlah Pelaku

  • Permintaan Individu → permintaan dari satu konsumen.

  • Permintaan Kolektif (Pasar) → permintaan gabungan dari semua konsumen di pasar.

4. Berdasarkan Perubahan Harga

  • Permintaan Elastis → perubahan harga sedikit → perubahan permintaan banyak (contoh: barang mewah, minuman ringan).

  • Permintaan Inelastis → perubahan harga besar → permintaan hampir tidak berubah (contoh: obat, beras).

  • Unitary Elastic → perubahan harga berbanding lurus dengan perubahan jumlah yang diminta.

Apa itu Kurva Permintaan?

Bunyi hukum pada kurva permintaan adalah jika harga suatu barang turun, maka permintaan barang tersebut akan meningkat, dengan syarat ceteris paribus-nya atau faktor lain yang memengaruhi permintaan barang tersebut (selain harga), dianggap tidak berubah.

Kurva permintaan mempunyai gradien atau kemiringan atau slope negatif. Artinya, bentuk kurva permintaan akan menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara harga dengan permintaan adalah berbanding terbalik.

Gambar Kurva Permintaan

Kurva permintaan adalah grafik yang menggambarkan hubungan antara harga suatu barang/jasa dengan jumlah barang/jasa yang diminta konsumen dalam suatu periode waktu tertentu.

Untuk menggambarkan kurva permintaan, coba kamu perhatikan contoh soal kurva permintaan pada tabel di bawah ini.

Pergerakan Kurva Permintaan

Nah, dalam teorinya, kurva permintaan juga bisa mengalami pergerakan dan pergeseran, lho! Pergerakan ini terjadi karena perubahan harga barang itu sendiri. Contohnya seperti yang tergambar pada infografik di bawah ini. Pada saat harga bakso Rp20.000,00, jumlah bakso yang diminta adalah sebesar 120 mangkok (titik A pada kurva permintaan).

Ketika harganya turun menjadi Rp18.000,00, mengakibatkan bertambahnya jumlah bakso yang diminta dari 120 mangkok menjadi 140 mangkok (titik A pada kurva permintaan bergerak ke kanan yaitu titik B), dan seterusnya. Jadi kesimpulannya, yang membuat kurva permintaan bergerak hanyalah harga barang itu sendiri.

Pergeseran Kurva Permintaan

Sementara itu, jika yang berubah adalah faktor lain, contohnya pendapatan, maka akan terjadi pergeseran kurva permintaan (shifting). Bila pendapatan meningkat, kurva permintaan bergeser sejajar ke kanan. Jika pendapatan menurun, kurva permintaan bergeser sejajar ke kiri. Contoh ini dapat diilustrasikan ke dalam kurva berikut ini.

Hubungan antara Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dengan Pergeseran Kurva

Nah, supaya lebih mudah memahaminya, pengaruh masing-masing faktor yang memengaruhi permintaan terhadap pergerakan (movement) dan pergeseran (shifting) kurva permintaan dapat dirangkum dalam tabel berikut.

📌 Fungsi Permintaan

Fungsi permintaan menunjukkan hubungan matematis antara jumlah barang yang diminta dengan faktor-faktor yang memengaruhinya.
Bentuk Rumus Permintaan :

Q = a – bP   atau  P= a – bQ

  • Qd: Jumlah barang yang diminta. 
  • a: Konstanta (jumlah barang yang diminta saat harga nol). 
  • b: Koefisien atau kemiringan, yang menunjukkan perubahan jumlah barang akibat perubahan harga (nilai b negatif karena hukum permintaan). 
  • P: Harga barang.  

RUMUS MENENTUKAN PERMINTAAN

  



P = harga
P1 = harga yang sudah diketahui 1
P2 = harga yang sudah diketahui 2
Q = permintaan
Q1 = permintaan yang sudah diketahui 1
Q2 = permintaan yang sudah diketahui 2 

📊 Contoh Soal 

SOAL 1

Jika harga barang Rp60 per unit, maka jumlah permintaan 20 unit. Dan jika harga barang Rp40 per unit, maka jumlah permintaan 30 unit. Tentukan persamaan fungsi permintaan!

Penyelesaian:

Diketahui:

P1 = 60         Q1 = 20

P2 = 40         Q2 = 30

Nah, setelah ini  bisa pakai rumus

    persamaan permintaan

Menghitung Fungsi permintaan 1

   KALI SILAK

 Menghitung Fungsi permintaan 2

    pindah_positif

Menghitung Fungsi permintaan 3

 pindah_penyebut

       Menghitung Fungsi permintaan 4

Sehingga menjadi,


 Menghitung Fungsi permintaan 5

SOAL 2

Dalam sebuah pasar, fungsi permintaanya adalah Qd = 40 – 2P. Berapa banyak jumlah permintaan ketika harga (P) = 10 ?

Diketahui :
Qd = 40 – 2P
P = 10
Ditanya : Q = …. ?
= Qd = 40 – 2P
= Qd = 40 – 2 (10)
= Qd = 40 – 20
= Qd = 20

Maka, pada saat harga (P) nya 10, diperoleh jumlah permintaanya yakni 20.

LATIHAN SOAL FUNGSI PERMINTAAN

1. Saat harga barang Rp20.000 per unitnya, permintaan Surya berjumlah 2 unit. Namun, ketika harga barang Rp18.000 per unit, maka permintaan Surya menjadi 3 unit. Berapakah fungsi permintaan Surya?

2. Ketika harga barang Rp16.000 per unit, permintaan Raras sebanyak 18 unit. Namun, ketika harga barangnya Rp14.000 per unit, maka permintaan Raras menjadi 22 unit. Berapakah fungsi permintaan Raras?

3. Ketika harga barang Rp60 per unitnya, maka jumlah permintaan sebanyak 20 unit. Ketika harga barang Rp40 per unit, jumlah permintaannya 30 unit. Carilah persamaan fungsi permintaan!