Minggu, 12 Agustus 2018

BIAYA PELUANG


Pengertian Biaya Peluang

Biaya peluang atau biaya kesempatan (Opportunity Cost) adalah biaya yang dikeluarkan ketika memilih suatu kegiatan. Biaya peluang muncul dari kegiatan alternatif yang tidak bisa kita lakukan.

Menurut Darsono mengungkapkan biaya peluang (opportunity cost) adalah manfaat yang di korbankan pada saat memilih satu diantara beberapa alternative kesempatan untuk memperoleh benefit yang dikorbankan pada saat memilih satu diantara beberapa alternative kesempatan untuk memperoleh benefit laba atau keuntungan.

Video Biaya Peluang

sumber : youtube

Contoh Biaya Peluang


1.       Seseorang memiliki uang Rp 10.000.000. Dengan uang sebesar itu, ia memiliki kesempatan untuk bertamasya ke Bali atau membeli sebuah TV. Jika ia memilih untuk membeli TV, ia akan kehilangan kesempatan untuk menikmati keindahan Bali; begitu pula sebaliknya, apabila ia memilih untuk bertamasya ke Bali, ia akan kehilangan kesempatan untuk menonton TV. "Kesempatan yang hilang" itulah yang disebut sebagai biaya Peluang.

2.       Suatu perusahaan mempunyai sebuah sumber daya seperti gedung sebagai aset perusahaan tersebut. Pilihan yang ada yaitu perusahaan tersebut dapat menyewakan gedung tersebut atau kah menggunakan gedung tersebut sebagai sarana usaha. semisalnya sewa gedung tersebut di hargai dengan Rp 150.000.000,- pertahun maka perusahaan tersebut memperoleh keuntungan sesuai nilai sewa gedung tersebut namun kehilangan kesempatan atau peluang untuk menggunakan gedung tersebut sebagai sarana usaha perusahaan.

3.       Rifki setelah lulus kuliah mendapatkan dua buah tawaran kerja, yaitu tawaran untuk bekerja sebagai staff akuntansi dari PT A dan tawaran sebagai Customer service di Bank ABC. Bila Rifki memutuskan bekerja sebagai staff akuntansi di PT A, maka Rifki kehilangan kesempatan bekerja sebagai customer service di Bank ABC. Berdasarkan ilustrasi ini maka biaya peluang yang ditanggung Rifki adalah bekerja sebagai Customer Servis di Bank ABC, karena rifki kehilangan atau mengorbankan kesempatan bekerja sebagai CS di Bank ABC.

4.       Syamsul berkeinginan membeli bakso dan mie ayam, namun uang yang dimiliki syamsul hanya cukup untuk membeli salah satu dari yang diinginkan yaitu membeli bakso saja atau membeli mie ayam saja. Akhirnya syamsul memutuskan untuk menggunakan uangnya untuk membeli Bakso sehingga syamsul kehilangan kesempatan untuk membeli mie ayam. Berdasarkan ilustrasi tersebut maka biaya peluangnya adalah satu mangkuk mie ayam, karena syamsul kehilangan kesempatan untuk membeli mie ayam


SKALA PRIORITAS


Skala prioritas adalah ukuran kebutuhan yang tersusun dalam daftar berdasarkan tingkat kebutuhan seseorang yang dimulai dari kebutuhan paling penting sampai kebutuhan yang bersifat bisa ditunda pemenuhannya.

Video Tentang Skala Prioritas




Menurut Merriam Webster, skala prioritas adalah sesuatu yang dirasa lebih penting daripada yang lain yang harus dikerjakan atau diselesaikan terlebih dahulu. Maka dengan adanya skala prioritas, manusia diharapkan mengetahui mana kebutuhan yang harus didahulukan dan mana kebutuhan yang harus ditunda terlebih dahulu.



Faktor-faktor yang Mempengaruhi Skala Prioritas

Setelah mempelajari pengertian skala prioritas, selanjutnya adalah mempelajari faktor-faktor apa saja sih yang mempengaruhi skala prioritas. Pada dasarnya setiap orang pasti memiliki kebutuhan dan juga prioritas yang berbeda. Berikut ini ada 3 faktor yang berhubungan dengan perbedaan kebutuhan pada setiap individu.

Tingkat Pendapatan

Pendapatan menurut Ilmu Ekonomi adalah nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula. Kemudian, tingkat pendapatan sangat berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk bisa membayar atau memenuhi kebutuhan hidupnya termasuk dalam hal konsumsi.
Jika semakin tinggi pendapatan individu, maka akan semakin luas alternatif pilihan kebutuhan hidupnya.
Berlaku hal sebaliknya, jika semakin rendah pendapatan individu maka alternatif pilihan kebutuhan hidupnya pun akan sedikit.
Pada konteks ini bisa diambil kesimpulan bahwa prioritas kebutuhan individu akan berbeda antara orang yang memiliki pendapatan tinggi dengan orang yang memiliki pendapatan rendah.

 

Status Sosial (Kedudukan Didalam Masyarakat)

Secara definisi, status sosial dapat diartikan suatu kedudukan sosial seseorang di masyarakat yang dapat diperoleh dengan sendirinya (otomatis) melalui usaha atau pun karena pemberian.

tentunya status sosial seseorang di dalam masyarakat bisa mempengaruhi prioritas kebutuhan individu.

Sebagai contoh, seorang kepala desa akan lebih memprioritaskan kebutuhan di lingkungan tempat memimpinnya dibandingkan dengan pilihan lainnya.



Contoh lain adalah seorang guru, dia akan memilih priotas pada peralatan mengajarnya daripada menentukan pilihan kepada alternatif pilihan lain.

Pada kedua simulasi kebutuhan di atas, maka dapat terlihat bahwa status sosial individu sangat berpengaruh pada penentuan skala prioritas.

Lingkungan Sosial

Lingkungan sosial pada masyarakat juga bisa mempengaruhi prioritas kebutuhan hidup seorang individu.

Misal, kita hidup di sebuah lingkungan orang kaya, maka bisa jadi prioritas kebutuhan kita adalah pada rumah mewah, apartemen, sepatu mahal, mobil mewah, dan lain sebagainya.

Pada prinsipnya, untuk memenuhi kebutuhan individu, maka dia akan mendahulukan kebutuhan yang dianggap lebih penting, pokok, dan juga mendesak. Setelah kebutuhan-kebutuhan penting tersebut terpenuhi, maka seorang individu akan memenuhi kebutuhan pada prioritas berikutnya agar bisa mencapai kepuasan yang maksimal.

Menyusun Skala Prioritas

Untuk mengetahui kebutuhan mana yang harus kita prioritaskan terlebih dahulu, maka kita perlu menyusun yang namanya skala prioritas kebutuhan. Sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam pengertian skala prioritas, maka berikut ini ada 4 ada hal yang harus kita pertimbangkan terlebih dahulu dalam menyusun sebuah skala prioritas.

Tingkat Urgensi


Menurut kamus bahasa Indonesia, urgensi adalah hal yang sangat penting atau keharusan yang sangat mendesak untuk diselesaikan.

Dengan demikian berarti urgensi adalah keadaan dimana kita harus mementingkan sesuatu hal yang harus segera ditindak lanjuti.

Contoh: Seorang siswa berangkat sekolah pada hari senin. Pada hari itu dia ditugaskan oleh gurunya untuk menjadi petugas upacara, kemudian ditengah perjalanan dia baru sadar bahwa alat tulisnya ketinggalan dirumah, sementara jika dia balik lagi ke rumah maka dia akan terlambat mengikuti upacara.

Manakah yang paling urgen dan harus didahulukan oleh siswa tersebut? Jelas sekali, dalam kasus ini hal yang harus diutamakan adalah mengikuti upacara, karena alat tulis bisa saja meminjam pada teman atau membeli yang baru.



Kesempatan yang Dimiliki


Berbicara mengenai kesempatan, mengingatkan saya akan sebuah pepatah lama yang mengatakan bahwa kesempatan itu hanya datang satu kali dalam seumur hidup.

Nah kemudian jika dihubungkan dengan skala prioritas, maka tinjau kembali kesempatan untuk memuaskan kebutuhan tersebut.

Contoh: Seorang mahasiswa teladan akan mengikuti sebuah perlombaan besar yang diadakan hanya 3 tahun sekali. Pada jadwal yang bersamaan dengan hari lomba, dia diajak main ke luar kota oleh keluarganya.

Jika berhubungan dengan kesempatan, maka sebaiknya si mahasiswa tadi memilih ikut perlombaan besar daripada ikut main. Karena main masih bisa lain waktu sedangkan lomba tidak, karena kemungkinan dia akan lulus.



Pertimbangan Masa Depan


Masa depan itu merupakan sebuah waktu dimana kita akan hidup nanti tapi harus dipersiapkan saat ini juga. Didalam menentukan skala prioritas kebutuhan, pertimbangan ke masa depan sifatnya pada kebutuhan jangka panjang.



Contoh: Dalam menentukan jurusan kuliah setelah lulus SMA. Kita harus mempelajari dahulu jurusan yang diinginkan agar bisa tahu prospek kerja ke depan seperti apa.

Jika memang memeiliki prospek yang bagus, maka silahkan dimasukkan list, tapi jika prospeknya tidak bagus maka coret lah dari daftar keinginan Anda.



Kemampuan Diri


Menurut saya, kemampuan diri adalah hal yang paling penting diantara ke Sebaik dan setepat apapun kita menentukan sebuah pilihan, maka jika tidak dibarengi dengan kemampuan yang memadai maka hal tersebut hanyalah sia-sia.

Dalam hal penentuan prioritas, kemampuan diri merupakan sebuah tolak ukur seberapa besar kemampuan kita untuk mendapatakan pilihan yang telah ditentukan, baik dari segi keahlian, ekonomi, usaha yang akan dilakukan, maupun yang lainnya.

Contoh: Seseorang dihadapkan pada suatu kebutuhan kendaraan untuk transportasi kerja. Dia berniat untuk membeli sebuah sepeda motor yang sudah berteknologi Fuel Incjection, tapi keadaan ekonominya tidak memungkinkan membeli itu karena sedikit lebih mahal dari motor yang teknologi biasa.


Tabel Skala Prioritas

Tabel skala prioritas ini diperkenalkan oleh Steven R. Covey dengan tujuan untuk memudahkan kita dalam menentukan sebuah prioritas dalam memenuhi kebutuhan.

Di bawah ini tabel prioritas yang sangat bermanfaat untuk menentukan kebutuhan mana yang harus didahulukan:



Pada gambar tabel skala prioritas di atas, terlihat ada empat kuadran yaitu kuadran I, kuadran II, kuadran III dan kuadran IV.

Kuadran I: kebutuhan yang penting dan mendesak untuk segera dipenuhi.

Kuadran II: kebutuhan yang penting tetapi kurang mendesak untuk dipenuhi.

Kuadran III: kebutuhan yang kurang penting namun mendesak untuk dipenuhi.

Kuadran IV: kebutuhan yang kurang penting dan kurang mendesak untuk dipenuhi.


KEBUTUHAN (NEEDS)

Video Ust. Adi Hidayat tentang kebutuhan



1. Pengertian Kebutuhan
        
          Kebutuhan adalah segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mempertahankan hidup guna tercapainya kemakmuran. Kebutuhan manusia tidak terbatas pada kebutuhan yang bersifat konkret (nyata) tetapi juga bersifat abstrak (tidak nyata). Misalnya rasa aman, ingin dihargai, atau dihormati, maka kebutuhan manusia bersifat tidak terbatas
video kebutuhan dan macam kebutuhan


2. Macam-Macam Kebutuhan
A. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Tingkat Kepentingan / Prioritas
1. Kebutuhan Primer
  • Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang benar-benar amat sangat dibutuhkan orang dan sifatnya wajib untuk dipenuhi. Contohnya adalah seperti sembilan bahan makanan pokok / sembako, rumah tempat tinggal, pakaian, dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan Sekunder
  • Kebutuhan sekunder adalah merupakan jenis kebutuhan yang diperlukan setelah semua kebutuhan pokok primer telah semuanya terpenuhi dengan baik. Kebutuhan sekunder sifatnya menunjang kebutuhan primer. Misalnya seperti makanan yang bergizi, pendidikan yang baik, pakaian yang baik, perumahan yang baik, dan sebagainya yang belum masuk dalam kategori mewah.
3. Kebutuhan Tersier / Mewah / Lux
  • Kebutuhan tersier adalah kebutuhan manusia yang sifatnya mewah, tidak sederhana dan berlebihan yang timbul setelah terpenuhinya kebutuhan primer dan kebutuhan skunder. Contohnya adalah mobil, antena parabola, pda phone, komputer laptop notebook, tv 50 inchi, jalan-jalan ke hawaii, apartemen, dan lain sebagainya.
B. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Sifat
1. Kebutuhan Jasmani / Kebutuhan Fisik
  • Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan badan lahiriah atau tubuh seseorang. Contohnya seperti makanan, minuman, pakaian, sandal, pisau cukur, tidur, buang air kecil dan besar, dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan Rohani / Kebutuhan Mental
  • Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang dibutuhkan seseorang untuk mendapatkan sesuatu bagi jiwanya secara kejiwaan. Contohnya seperti mendengarkan musik, siraman rohani, beribadah kepada Tuhan YME, bersosialisasi, pendidikan, rekreasi, hiburan, dan lain-lain.

C. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Waktu
1. Kebutuhan Sekarang
  • Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang benar-benar diperlukan pada saat ini secara mendesak. Contoh adalah kebelet pipis, makan karena sangat lapar, pengobatan akibat kecelakaan, dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan Masa Depan
  • Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang dapat ditunda serta dipenuhi di lain waktu di masa yang akan datang. Contoh yaitu pergi haji, pendidikan tinggi, pahala untuk bekal akherat, membeli mobil toyota yaris terbaru, dan lain sebagainya.
D. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Subjek / Subyek Penggunanya
1. Kebutuhan Individual / Individu / Pribadi
  • Kebutuhan individu adalah jenis kebutuhan yang dibutuhkan oleh orang perseorangan secara pribadi. Contohnya adalah sikat gigi, menuntut ilmu, sholat lima waktu, makan, dan banyak lagi contoh lainnya.
2. Kebutuhan Sosial / Kolektif
  • Kebutuhan sosial adalah kebutuhan akan berbagai barang dan jasa yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan sosial suatu kelompok masyarakat. Contohnya adalah jalan umum, penerangan tempat umum, berserikat mengeluarkan pendapat, berbisnis, berorganisasi, dan lain-lain.
3) Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan

Ada beberapa hal yang menyebabkan kebutuhan manusia antara satu dengan yang lain berbeda-beda, di antaranya sebagia berikut :
a)       Peradaban
Peradaban adalah satu faktor yang membuat kubutuhan tiap zaman berbeda. Kebutuhan manusia pada zaman dahulu hanya tertuju pada kebutuhan primer, misal nenek moyang berpakaian memakai kulit kayu dan daun-daunan, makan pun cukup ubi-ubian. Seiring perkembangan peradaban semakin berkembang pula jenis kebutuhan, manusia membutuhkan makanan lain yang bervariasi dan pakaian terbuat dari bahan yang bagus.
b)      Lingkungan
Lingkungan termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia. Kebutuhan masyarakat yang mendiami sebuah pesisir berbeda dengan masyarakat yang mendiami pegunungan, penduduk pesisir membutuhkan jarring, perahu, dan pancing agar dapat menangkap ikan di laut. Sedangkan penduduk pegunungan lebih membutuhkan cangkul, benih tanaman, dan pupuk untuk bercocok tanam.
c)       Adat Istiadat
Adat istiadat juga mempengaruhi perbedaan kebutuhan setiap individu/kelompok. Pria Jawa memiliki tradisi untuk menggunakan blangkon, sedangkan pria di daerah lain tidak.
d)      Agama
Agama termasuk salah satu faktor yang membuat kebutuhan setiap individu berbeda, misalnya penganut agama Islam membutuhkan sajadah untuk salat dan dilarang mengonsumsi daging babi, sedang penganut agama Hindu membutuhkan sesajen dalam upacara keagamaan dan dilarang mengonsumsi daging sapi.